Scroll untuk baca artikel
Bencana

Pemkab Banjar Dirikan Dapur Umum dan Posko Banjir, Ribuan Warga Sungai Tabuk Terdampak

×

Pemkab Banjar Dirikan Dapur Umum dan Posko Banjir, Ribuan Warga Sungai Tabuk Terdampak

Sebarkan artikel ini
Aktivitas dapur umum untuk warga terdampak banjir di Desa Sei Tabuk Keramat Kabupaten Banjar
Petugas Dinas Sosial bersama relawan menyiapkan makanan di dapur umum banjir Desa Sei Tabuk Keramat, Kabupaten Banjar, Sabtu (3/1/2026).

BANJAR, Kalimantan Selatan — Pemerintah Kabupaten Banjar bergerak cepat merespons banjir yang melanda sejumlah wilayah dengan mendirikan posko pengungsian dan dapur umum di Desa Sei Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Sabtu (3/1/2026). Langkah ini ditempuh untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak, terutama pangan dan logistik, tetap terpenuhi di tengah genangan yang belum sepenuhnya surut.

Peninjauan langsung ke lokasi dilakukan oleh jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten, di antaranya Kepala Dinas Sosial Kalimantan Selatan Muhammad Farhanie, Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinsos Kalsel H. Achmadi, Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kalsel Yadi Muchtar, serta Plt Camat Sungai Tabuk Ahmad Rabani.

Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar, Erny Wahdini, menegaskan penanganan darurat telah berjalan sejak akhir Desember 2025. Pemerintah daerah, kata dia, mengonsolidasikan lintas sektor untuk memperkuat layanan dapur umum dan distribusi logistik.

“Penanganan siaga banjir sudah kami laksanakan sejak 29 Desember 2025. Kami membentuk dapur umum bersama Dinas Sosial Provinsi Kalsel dengan dukungan Sat Brimobda, TNI, PMI, serta dapur umum swadaya masyarakat,” ujar Erny.

Saat ini, pemerintah memfokuskan dukungan logistik untuk tiga kecamatan dan sejumlah desa terdampak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga terlibat mendukung operasional dapur umum agar layanan tetap berjalan optimal.

Data sementara menunjukkan dampak signifikan di Kecamatan Sungai Tabuk. Sebanyak 2.959 warga tercatat terdampak, dan angka tersebut berpotensi bertambah seiring mulai terdampaknya Desa Sei Lulut dan Pematang Panjang. Total penduduk Kecamatan Sungai Tabuk mencapai sekitar 7.218 jiwa yang tersebar di 21 desa.

Erny mengimbau warga mengutamakan keselamatan. “Jika kondisi sudah membahayakan, segera mengungsi ke titik-titik yang telah disiapkan dan berkoordinasi dengan aparat setempat. Penyaluran sembako akan diprioritaskan bagi wilayah dengan dampak terberat,” katanya.

Baca Juga  Golkar Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Banjir di Tanah Laut

Dukungan dari pemerintah pusat juga dijadwalkan tiba. Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf direncanakan mengunjungi wilayah terdampak pada Minggu (4/1/2026) untuk menyalurkan bantuan logistik secara langsung, didampingi Bupati Banjar.

Plt Camat Sungai Tabuk Ahmad Rabani menyambut rencana tersebut dan berharap kehadiran pemerintah pusat dapat mempercepat pemulihan. “Menteri dijadwalkan berdialog dengan warga, meninjau dapur umum, dan menyerahkan sembako. Kami mengimbau warga tetap waspada dan segera mengungsi bila debit air terus meningkat,” ujarnya.

Dengan kolaborasi pemerintah daerah, provinsi, pusat, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat, penanganan banjir di Kabupaten Banjar diharapkan berjalan lebih efektif sehingga beban warga terdampak dapat segera terkurangi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *