BARITO KUALA – Kesiapan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Barito Kuala (Batola) menjadi perhatian Mabes Polri. Wakil Asisten Utama Operasi (Waastamaops) Kapolri, Irjen Pol Laksana, S.I.K., mengecek langsung Posko Karhutla di Mapolsek Alalak, Rabu (28/10/2026) siang.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, peralatan pemadaman, logistik, serta sistem komunikasi yang digunakan ketika terjadi kebakaran.
Irjen Pol Laksana tiba di Mapolsek Alalak, Desa Tatah Mesjid, Kecamatan Alalak, sekitar pukul 12.30 Wita. Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Karojianstra Stamaops Polri Brigjen Pol Marsudianto, S.I.K., M.Si., Kabagjiansis Rojianstra Stamaops Polri Kombes Pol Subianroro, S.H., S.I.K., M.Si., dan AKBP Bonif Asius Prasongko, S.Pd., M.H.
Kedatangan tim disambut Kapolres Barito Kuala AKBP Susilawati, S.H., M.H., Wakil Bupati Barito Kuala H. Herman Susilo, S.M., Kapolres Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin, S.I.K., S.H., M.H., serta Kapolsek Alalak Ipda Bistok Berkat Andrew Panjaitan, S.H.
Sejumlah pejabat utama Polres Batola, personel BKO Satbrimob Polda Bali dan relawan pemadam kebakaran juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Pemeriksaan meliputi kesiapan kendaraan, mesin pompa air dan jaringan komunikasi posko. Tim juga melihat kesiapan personel yang akan terlibat dalam penanganan apabila ditemukan titik api.
Kapolres Barito Kuala AKBP Susilawati melalui Kasi Humas Polres Batola Iptu Budi Mego mengatakan pengecekan tersebut menjadi bagian dari evaluasi kesiapsiagaan penanganan Karhutla di wilayah Batola.
“Pengecekan dari Waastamaops Kapolri ini adalah bentuk perhatian besar pimpinan terhadap penanganan Karhutla di daerah. Kami di Polres Batola berkomitmen memastikan semua peralatan pemadaman, logistik, hingga ploting personel dalam kondisi siap jika sewaktu-waktu terjadi titik api,” ujar Iptu Budi Mego, Rabu (28/10/2026).
Dalam arahannya, tim Stamaops Polri menekankan respons cepat dan pemetaan wilayah rawan Karhutla. Kesiapan posko dinilai penting untuk mendukung penanganan ketika terjadi kebakaran.
Iptu Budi Mego mengatakan penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan lintas instansi dan masyarakat.
“Bencana Karhutla ini tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja. Lewat kunjungan kerja ini, kami mempertegas komitmen kolaborasi. Sinergi antara Polres Batola, Pemkab, personel BKO Satbrimob Polda Bali, dan masyarakat relawan adalah benteng utama kita dalam menjaga wilayah ini dari kabut asap,” katanya.












