Malang

Kuliah Sambil Magang, KSM Buka Akses Pendidikan bagi Lulusan SLTA Terkendala Biaya

×

Kuliah Sambil Magang, KSM Buka Akses Pendidikan bagi Lulusan SLTA Terkendala Biaya

Sebarkan artikel ini

MALANG — Program Kuliah Sambil Magang (KSM) menawarkan skema pendidikan yang memadukan perkuliahan dengan pengalaman kerja bagi lulusan SLTA yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tetapi terkendala biaya.

Program yang dikembangkan dalam semangat Kuliah Berdampak dari Kemendiktisaintek tersebut menggandeng Universitas Kepanjen (UK) melalui program S1 Pariwisata. Mahasiswa menjalani perkuliahan sekaligus mendapatkan kesempatan mengikuti magang di industri pariwisata.

Direktur KSM Lilik Widyawati mengatakan mahasiswa tidak hanya mendapatkan ijazah, tetapi juga pengalaman kerja, keterampilan dan penghasilan selama mengikuti program.

Lilik menjelaskan, masa studi S1 Pariwisata berlangsung selama empat tahun. Pada semester pertama, mahasiswa menjalani perkuliahan sekaligus persiapan untuk mengikuti program magang.

Masa magang dapat berlangsung maksimal dua tahun atau setengah dari keseluruhan masa studi. Setelah menyelesaikan masa magang, mahasiswa kembali melanjutkan perkuliahan di kampus.

Untuk tahap awal, KSM telah menjalin kerja sama dengan sejumlah hotel di Taiwan sebagai lokasi magang. Program tersebut juga menyiapkan peluang magang ke Jepang dan Turki sesuai pengembangan kerja sama dengan mitra di masing-masing negara.

Penempatan mahasiswa diarahkan terutama ke industri perhotelan agar pengalaman magang tetap berkaitan dengan pendidikan S1 Pariwisata.

Dari sisi pembiayaan, mahasiswa dikenakan biaya kuliah Rp5,7 juta setiap semester. Pada semester pertama, pembayaran dapat dilakukan dengan skema angsuran sekitar Rp1,2 juta per bulan.

Memasuki semester berikutnya, biaya pendidikan dapat dibayarkan menggunakan honor yang diperoleh mahasiswa selama menjalani magang. KSM juga menyiapkan talangan untuk sejumlah kebutuhan awal, seperti medical check-up, psikotes, paspor, BNSP, sertifikat keahlian dan persyaratan kemampuan bahasa.

Lilik mengatakan mahasiswa yang menjalani magang di Taiwan mendapatkan honor sesuai standar upah yang berlaku di negara tersebut. Menurut dia, penghasilan juga dapat bertambah melalui lembur.

Baca Juga  Persada Hospital Tegaskan Komitmen terhadap Etika Medis Usai Dugaan Pelanggaran

“Nantinya mahasiswa selama magang di Taiwan bisa dapat honor sesuai standar upah yang berlaku di negara tersebut. Bisa dapat tambahan lembur, kotor mahasiswa dapat mencapai sekitar Rp20 juta per bulan,” terang Lilik, Jumat (2/10/2026).

Lilik menambahkan, jumlah tersebut masih harus diperhitungkan dengan biaya lain yang harus ditanggung mahasiswa, seperti asrama, makan dan kebutuhan hidup selama berada di Taiwan.

“Jadi mahasiswa mendapatkan ilmu, skill sekaligus honor,” tambah Lilik.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *