KUALA KAPUAS — Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, kini berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.
Musim kemarau yang berkepanjangan memicu masuknya air asin dari muara ke aliran sungai, membuat air menjadi asin, keruh, dan tidak layak konsumsi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, warga mengaku suplai air PDAM mati total berhari-hari hingga terpaksa menggunakan air sungai yang tercemar untuk kebutuhan sehari-hari.
Dampak kesehatan mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Kasus penyakit kulit, seperti gatal-gatal, serta gangguan pencernaan seperti diare.
“Airnya terasa asin dan agak keruh. Kalau dipakai mandi kulit terasa perih dan gatal. Tapi kami tidak punya pilihan lain karena air PDAM tidak mengalir hingga berhari-hari,” ujar Lina, salah seorang warga jalan Garuda yang terdampak, Sabtu (29/8/2026).
Lebih lanjut warga menjelaskan, dampak kesehatan kini sudah mulai terasa. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan terhadap krisis ini.
“Anak saya panas dan bolak-balik BAB sampai badannya lemas sekali. Kami mau beli air galon terus-terusan uangnya tidak cukup,” kata nya.
Situasi ini menegaskan bahwa krisis air bersih bukan lagi sekadar persoalan kekeringan, melainkan sudah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan dan masa depan generasi muda di Kapuas.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat segera mendistribusikan bantuan air bersih secara merata dan menghadirkan solusi jangka panjang untuk mengatasinya.












