BANTUL – Mardi Wiyono alias Jemingan (85), warga Dusun Butuh Lor, Kalurahan Triwidadi, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, ditemukan meninggal dunia di kebun dekat rumahnya, Jumat (21/8/2026) sore.
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan korban ditemukan setelah keluarga dan warga melakukan pencarian. Polisi menerima laporan sekitar pukul 18.00 WIB dan langsung mendatangi lokasi.
“Personel Polsek Pajangan kemudian mendatangi lokasi setelah menerima laporan adanya penemuan orang meninggal dunia,” kata Rita, Sabtu (22/8/2026).
Rita menjelaskan, korban yang sehari-hari bekerja sebagai petani atau pekebun diketahui meninggalkan rumah sekitar pukul 10.00 WIB. Hingga sore hari, korban belum kembali sehingga keluarga meminta warga membantu mencari keberadaannya.
Sekitar pukul 14.30 WIB, Suwanto, yang merupakan menantu korban, mulai melakukan pencarian setelah mendapat permintaan dari istrinya. Informasi mengenai korban kemudian disampaikan melalui grup WhatsApp warga.
Sekitar pukul 16.00 WIB, Diki Setiawan yang baru pulang kerja melihat informasi tersebut. Ia kemudian mendatangi rumah korban dan ikut mencari ke area kebun di sekitar rumah.
“Saksi kemudian melihat korban dari kejauhan dalam posisi tidur terlentang di kebun. Saksi lalu memberitahukan hal tersebut kepada saksi lainnya,” ujar Rita.
Warga kemudian membawa korban ke rumah. Polisi bersama petugas medis Puskesmas Pajangan dan Tim Inafis Polres Bantul melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban.
Petugas menemukan sejumlah luka lecet pada tangan kiri, paha, dada, perut, dahi, dan bagian belakang telinga.
“Menurut keterangan petugas medis, luka lecet tersebut bukan akibat penganiayaan. Luka tersebut diduga terjadi karena korban terpapar panas sinar matahari saat berada di luar rumah sejak siang hari,” jelas Rita.
Hasil pemeriksaan Tim Inafis dan petugas medis tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Polisi juga tidak menemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Inafis Polres Bantul dan petugas medis, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Pihak keluarga sudah menerima kejadian tersebut sebagai musibah,” pungkas Rita.












