JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi setelah tawuran antarkelompok di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, yang menewaskan seorang pria berinisial K (23).
Pramono meminta masyarakat tidak memperkeruh situasi dengan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi maupun melakukan tindakan yang dapat memicu konflik baru.
“Secara khusus, sebagai Gubernur Jakarta saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap berkepala dingin dan tidak melakukan tindakan provokasi yang berpotensi memperluas konflik,” kata Pramono, Senin (27/7/2026).
Ia juga mengajak warga menjaga kondusivitas ibu kota dengan tidak merusak fasilitas umum serta tetap menjunjung semangat hidup berdampingan di tengah keberagaman masyarakat Jakarta.
Menurut Pramono, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan TNI, Polri, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda untuk mengantisipasi potensi konflik lanjutan.
“Kami telah melakukan koordinasi antara TNI, Polri, dan Pemerintah DKI Jakarta agar situasi tetap kondusif,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta mendukung aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Polda Metro Jaya telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan yang menewaskan korban. Ketiganya berinisial SK, AS, dan OR, yang merupakan warga kawasan Matraman, Jakarta Pusat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa delapan saksi.
“Saat ini ketiga tersangka sudah diamankan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” kata Budi.












