JAKARTA — Pertamina mengukuhkan 350 perempuan pelaku usaha terbaik program PFpreneur 2026 dalam acara di Oil Centre, Senin (22/6/2026). Mereka terpilih dari 8.210 UMKM perempuan yang mendaftar dan mengikuti seleksi berjenjang selama tiga bulan.
Program PFpreneur merupakan bagian ekosistem pembinaan UMKM Pertamina yang dijalankan Pertamina Foundation. Diluncurkan sejak 2020, program ini telah memberdayakan 6.325 wirausaha perempuan, 840 di antaranya menjadi binaan PFpreneur.
Direktur Operasi Pertamina Foundation Gusman Adiwardhana menjelaskan, seleksi melalui empat tahapan: pra-kurasi, kurasi 1, kurasi 2, dan kurasi final. Materi pembelajaran mencakup kepemimpinan, pemahaman konsumen, operasional bisnis, penetapan harga, strategi pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan.
“Tahun 2026, terpilih 350 womenpreneur yang telah melalui proses pembelajaran dan penguatan kapasitas,” ungkap Gusman.
Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina sekaligus Dewan Pembina Pertamina Foundation, Emma Sri Martini, mengatakan penguatan UMKM adalah kunci menghadapi dinamika global.
“PFpreneur menjadi upaya Pertamina melakukan penguatan kekuatan domestik. Harapannya, usaha lokal para womenpreneur ini memiliki kemampuan Go Digital dan Go Global,” ujar Emma.
Ketua Umum PWP Pusat Priscilia Simon Mantiri mengapresiasi konsistensi Pertamina Foundation dalam menghadirkan ruang belajar bagi perempuan Indonesia.
“Ketika seorang perempuan berdaya, yang tumbuh bukan hanya dirinya. Keluarganya ikut bertumbuh, lingkungannya berkembang, dan bangsa ini pun menjadi lebih kuat,” katanya.
Setelah program PFpreneur, para peserta berkesempatan mengikuti pembinaan lanjutan UMK Academy.
Rasa syukur disampaikan pemilik usaha merek Genah, Shaskia Yasmin Susthira, yang meraih apresiasi Best Sustainable Product dengan produk tas bermotif budaya dari upcycling kain.
“Alhamdulillah lolos menjadi binaan Pertamina. Terima kasih atas materi pembelajaran yang diberikan,” tutup Shaskia.












