PULANG PISAU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kepada masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Pulang Pisau, Herman Wibowo, mengatakan penanganan karhutla tidak bisa dibebankan hanya kepada BPBD. Butuh keterlibatan semua pihak.
“Kita semua memiliki peran dalam mencegah dan mengurangi dampak karhutla, baik dari sisi lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun aktivitas ekonomi,” kata Herman, Jumat (19/6/2026).
Ia berharap Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) bisa memberi kontribusi nyata jika terjadi karhutla di wilayah masing-masing.
Herman menilai Kecamatan Kahayan Hilir sebagai ibu kota kabupaten punya posisi strategis. Karena itu, perlu mendapat perhatian khusus agar terhindar dari dampak kebakaran yang bisa mengganggu kesehatan dan aktivitas pemerintahan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga ketersediaan air di lahan gambut. Meski curah hujan Juni masih berpotensi terjadi, air yang turun harus dipertahankan agar tetap berada di kawasan gambut.
“Air hujan yang turun perlu kita jaga agar tetap tersimpan di lahan gambut. Dengan begitu, kelembapan lahan tetap terpelihara dan risiko kebakaran bisa diminimalkan,” jelasnya.
Patroli yang dilakukan saat ini, kata Herman, tidak hanya untuk mendeteksi hotspot atau kebakaran. Tapi juga jadi sarana sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu karhutla.












