YOGYAKARTA – Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof. Dr. Zuly Qodir, membenarkan adanya anggota intelijen kepolisian di area kampus, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, anggota Intel Polda DIY masuk ke kampus setelah rombongan mahasiswa kembali dari aksi di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Aksi damai diikuti mahasiswa dari berbagai fakultas sejak pukul 13.30 WIB. Pihak kampus memberi izin dengan ketentuan: pakai jas almamater, tertib, dan pendataan peserta.
“Mahasiswa yang berangkat harus terdata, dan saat kembali jumlahnya sesuai. Itu tanggung jawab bersama menjaga keamanan,” jelas Zuly.
Aksi berjalan kondusif hingga mahasiswa kembali sekitar pukul 17.30 WIB.
Situasi berubah ketika seorang pria bersipil diketahui berada di area kampus. Mahasiswa mempertanyakan identitasnya. Pria itu ternyata anggota Intel Polda DIY dan dibawa ke Gedung Rektorat untuk klarifikasi.
Pimpinan universitas langsung mediasi agar penyelesaian berlangsung damai.
“Kami ingatkan mahasiswa, kekerasan tidak bisa dibenarkan. Kampus harus junjung dialog, etika, dan penyelesaian damai,” ujar Zuly.
Melalui komunikasi antara mahasiswa, kampus, dan polisi, anggota intel menjelaskan maksud kehadirannya. Polda DIY juga memberi klarifikasi resmi dan menjemput yang bersangkutan.
“Sekitar pukul 20.00 WIB situasi kondusif. Semua pihak sepakat selesaikan secara damai tanpa kekerasan,” katanya.
Zuly menegaskan, UMY dan kepolisian selama ini punya hubungan baik. Namun koordinasi yang tepat dalam setiap aktivitas di kampus tetap penting.
“Kami apresiasi kedewasaan mahasiswa. Semua pilih dialog, persoalan selesai tanpa konflik besar,” tegasnya.












