Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Ekonomi

Pertamina Patra Niaga Ubah Sampah Jadi Paving Block hingga Sabun, Dorong Ekonomi Sirkula

×

Pertamina Patra Niaga Ubah Sampah Jadi Paving Block hingga Sabun, Dorong Ekonomi Sirkula

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Di tengah tantangan pengelolaan sampah dan limbah yang semakin kompleks, PT Pertamina Patra Niaga menghadirkan berbagai inovasi yang mengubah material sisa menjadi sumber daya bernilai.

Inovasi tersebut dikembangkan melalui sejumlah program di Balikpapan dan Madiun. Fokusnya: pengolahan sampah plastik, pemanfaatan limbah rumah tangga, digitalisasi bank sampah, serta pengurangan limbah B3 operasional.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, mengatakan penerapan ekonomi sirkular menjadi salah satu upaya perusahaan dalam menciptakan dampak positif berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.

“Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, kami mendorong pengelolaan sampah dan limbah yang tidak hanya berfokus pada pengurangan timbulan, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan,” ujar Roberth, Minggu (7/6/2026).

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Program Community Involvement and Development (CID) Pelita (Pengelolaan Lingkungan Terpadu) Borneo yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan.

Program ini mengolah sampah plastik rumah tangga seperti kemasan sachet dan bungkus makanan menjadi produk bernilai guna: roster, paving block, dan lembaran LDPE (LDPE Sheet) tanpa proses pembakaran.

Selain itu, program ini juga mendorong pengolahan sampah organik menjadi kompos serta pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun padat, sabun cair, dan lilin.

Inisiatif tersebut tidak hanya membantu mengurangi sampah dan limbah rumah tangga, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Di Jawa Timur, Fuel Terminal Madiun mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Bank Sampah Pesanggrahan dan aplikasi digital Sokrosok.

Inovasi ini memudahkan masyarakat dalam proses pengumpulan dan penjemputan sampah anorganik. Sekaligus meningkatkan transparansi pencatatan administrasi bank sampah lewat sistem digital.

Baca Juga  Atria Hotel Malang Hadirkan Transformasi Total, Jawab Kebutuhan Fasilitas MICE Berkualitas di Jawa Timur

Sampah anorganik yang terkumpul juga diolah kembali menjadi berbagai produk bernilai ekonomi melalui kegiatan Workshop 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Hasilnya: plakat, kipas, meja, gantungan kunci, dan sapu plastik.

Program Kampung Iklim (Proklim) Pesanggrahan telah menunjukkan dampak nyata. Tercatat pengurangan sampah organik mencapai 16.000 kilogram dan sampah anorganik sebanyak 1.380 kilogram.

Program ini juga berkontribusi menekan emisi metana sekitar 2.013 kilogram per tahun serta menyerap karbon hingga 13.000 kilogram per tahun.

Dari sisi ekonomi, kelompok masyarakat berhasil mencatat peningkatan pendapatan kumulatif sebesar Rp14,6 juta serta penghematan biaya listrik sekitar Rp700 ribu per bulan melalui pemanfaatan energi surya.

Program ini melibatkan sekitar 40 anggota aktif dan memberikan manfaat tidak langsung kepada lebih dari 3.000 masyarakat di sekitar wilayah Pesanggrahan.

Kurnia Fidia Wati, salah satu tokoh penggerak Proklim Pesanggrahan, mengatakan keberhasilan program tidak terlepas dari kolaborasi antara masyarakat dan Pertamina Patra Niaga.

“Bersama Pertamina Patra Niaga, kami membuktikan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi gerakan kolektif yang membawa manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat. Perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan gotong royong,” ujar Kurnia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *