Makkah, Bacakabar – Jamaah haji Kloter BDJ 18 resmi meninggalkan Hotel Al Hidayah Tower 8 di kawasan Aziziyah, Makkah, Senin (25/5). Mereka bergerak menuju Arafah untuk memulai puncak ibadah haji. Dari total 356 jamaah dan petugas yang berangkat, sebanyak 221 orang masuk kategori risiko tinggi. Hiperkolesterolemia atau kolesterol tinggi menjadi penyakit paling dominan.
Kepala Kemenag Tanah Bumbu, H. Khairun Noor, yang juga sedang berhaji, menyampaikan laporan keberangkatan kloter. Rombongan berasal dari delapan daerah di Kalimantan Selatan: Tanah Bumbu, Banjar, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Banjarmasin, Barito Kuala, Balangan, dan Hulu Sungai Tengah.
Kloter dipimpin H. Muhammad Said, didampingi Pembimbing Ibadah H. Sulaiman. Tim medis lengkap disiagakan, mulai dari dokter, perawat, hingga petugas layanan kesehatan dan umum.
Dari 356 orang, rincian jamaah berisiko tinggi terdiri dari 64 orang risti berat, 45 risti sedang, dan 114 risti ringan. Sebanyak 131 lainnya non-risti. Jamaah termuda 21 tahun, tertua 84 tahun.

Penyakit kolesterol tinggi mendominasi dengan 180 kasus. Hipertensi menyusul di angka 157 kasus, lalu diabetes melitus tipe 2 sebanyak 60 kasus. Deretan penyakit lain meliputi infeksi saluran kemih (44), hiperlipidemia (35), dispepsia (21), kardiomegali (19), pneumonia (13), anemia (11), dan asma (10).
Sebanyak 25 jamaah membawa kursi roda sendiri, 10 orang memakai tongkat. Program murur diikuti 152 jamaah. Tidak ada jamaah safari wukuf maupun yang dirawat di RSAS.
Di Arafah, kloter ini menempati markaz 8 maktab 61. Di Mina, mereka mengisi markaz 7 maktab 61. Seluruh rangkaian puncak haji kini menanti. “Semoga semua lancar,” tulis petugas kloter.












