Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Pendidikan

LPTNU Sebut ITSNU Kalimantan Calon Simpul Besar Pendidikan Tinggi NU di Pulau Borneo

×

LPTNU Sebut ITSNU Kalimantan Calon Simpul Besar Pendidikan Tinggi NU di Pulau Borneo

Sebarkan artikel ini
Gus Faishal berbicara di hadapan pengelola ITSNU Kalimantan dalam kunjungan evaluasi dan beasiswa Baznas.

Palangka Raya, bacakabar — Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Kalimantan mulai mencuri perhatian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Di usia yang baru empat tahun, kampus di Jalan RTA Milono Km 3,5 Palangka Raya ini didatangi langsung Sekjen Lembaga Pendidikan Tinggi (LPT) PBNU, Dr. M. Faishal Aminuddin, Jumat (23/5).

Kehadiran Gus Faishal—sapaan akrabnya—dalam agenda evaluasi dan laporan beasiswa Baznas menjadi sinyal bahwa ITSNU Kalimantan mulai dilirik sebagai kampus potensial di Kalimantan Tengah.

“ITSNU Kalimantan bukan hanya kampus muda, tetapi calon simpul besar pendidikan tinggi NU di Kalimantan,” ujarnya.

Ia menilai kampus ini punya modal besar: semangat pengelola, dukungan masyarakat, dan tingginya kebutuhan pendidikan tinggi di Kalimantan. Namun, tantangan membangun kepercayaan publik tetap harus dijawab.

“Kampus baru harus membuktikan bahwa ia bukan hanya hadir secara administratif, tetapi benar-benar bermutu,” tegasnya. Kualitas dosen, layanan akademik, tata kelola, hingga kesiapan lulusan disebutnya jadi faktor kunci.

ITSNU Kalimantan sendiri menjadi satu-satunya kampus NU di Kalteng yang menawarkan tiga program studi sekaligus: Teknik Industri, Teknik Lingkungan, dan Teknologi Komputer.

Gus Faishal juga menyoroti peran strategis kampus NU di luar Jawa. Menurutnya, kampus NU di daerah membuka akses pendidikan tinggi sekaligus mencetak SDM berbasis nilai keislaman dan kebutuhan daerah.

Dalam kesempatan itu, ia turut mengevaluasi program beasiswa Baznas bagi mahasiswa ITSNU Kalimantan. Ia menekankan beasiswa menjadi penopang penting bagi mahasiswa dari keluarga prasejahtera.

“Beasiswa bisa menjadi penentu apakah mahasiswa tetap bertahan kuliah atau justru berhenti di tengah jalan,” ungkapnya.

Karena itu, bantuan pendidikan dinilai tak cukup hanya berupa dana. Pembinaan akademik dan pendampingan mahasiswa harus menyertai. Peluang penambahan kuota beasiswa maupun program baru terbuka jika kampus mampu menunjukkan hasil nyata.

Baca Juga  Pemerintah Batasi Penggunaan AI seperti ChatGPT di Sekolah

“Kampus NU harus saling menguatkan agar pertumbuhannya lebih cepat dan terukur,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *