PAPUA — Kabut dingin yang menyelimuti Pegunungan Tengah Papua tak menyurutkan langkah prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 621/Manuntung (Mtg) untuk menjangkau warga di wilayah pedalaman. Di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, para personel satgas turun langsung menemui masyarakat lewat kegiatan bakti sosial, Selasa (19/5/2026).
Dipimpin Letda Inf Daniel Nababan, prajurit membagikan bantuan berupa pakaian layak pakai dan mushaf Alkitab kepada warga. Bantuan diserahkan langsung kepada masyarakat, termasuk anak-anak dan tokoh agama yang hadir di lokasi kegiatan.
Di wilayah yang akses transportasinya terbatas dan kondisi geografisnya cukup berat, bantuan semacam itu menjadi sesuatu yang berarti bagi warga. Kehadiran personel TNI pun disambut hangat masyarakat yang selama ini hidup di kawasan pegunungan.
Bagi Satgas Yonif 621/Manuntung, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda sosial, melainkan bagian dari pendekatan kemanusiaan selama menjalankan tugas pengamanan wilayah perbatasan dan daerah rawan di Papua Tengah.
“Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga membantu warga dan membangun hubungan kekeluargaan,” kata Letda Inf Daniel Nababan.
Menurut Daniel, pendekatan humanis menjadi salah satu cara membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan tetap kondusif. Karena itu, personel satgas berupaya aktif menjawab kebutuhan sosial maupun spiritual warga selama masa penugasan berlangsung.
Tak hanya menyalurkan bantuan sandang dan Alkitab, tim kesehatan Satgas Yonif 621/Mtg juga membuka layanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Pemeriksaan kesehatan dasar, pengecekan tekanan darah, hingga pengobatan ringan dilakukan langsung di lokasi.
Sejumlah warga tampak memanfaatkan layanan tersebut. Sebagian datang untuk memeriksakan kondisi kesehatan, sementara lainnya membawa anggota keluarga, termasuk anak-anak dan lansia.
Suasana akrab terlihat sepanjang kegiatan. Warga menyambut para prajurit dengan hangat, sementara personel satgas berbaur tanpa sekat di tengah masyarakat.
Dansatgas Yonif 621/Manuntung, Letkol Inf Eko Arif Chrestianto, menegaskan bahwa kehadiran TNI di Papua tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat merasakan kehadiran negara.
“Menjaga Papua bukan hanya soal keamanan, tetapi bagaimana hadir membantu masyarakat dan menjaga harapan mereka untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Di tengah tantangan geografis Papua yang tidak mudah, kegiatan sederhana seperti membagikan pakaian, pelayanan kesehatan, hingga membangun komunikasi dengan warga menjadi cara TNI mempererat hubungan dengan masyarakat di pelosok negeri.












