Pelaihari – Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini terus hidup dalam kiprah perempuan masa kini. Salah satunya terlihat pada dr. Hj. Isna Farida, M.Kes., yang memimpin Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut tanpa meninggalkan perannya sebagai ibu dan istri.
Bagi Isna, peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia memaknainya sebagai pengingat atas perjuangan panjang perempuan dalam memperoleh akses pendidikan dan kesempatan yang setara.
“Ini pengingat bahwa apa yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan beliau,” ujarnya usai peringatan Hari Kartini di lingkungan Pemkab Tanah Laut, Kamis (23/4/2026).
Sebagai bentuk penghormatan, ia juga mengajak pegawai perempuan di Dinas Kesehatan Tanah Laut mengenakan kebaya saat bertugas.
Isna mengakui, perubahan zaman memberi ruang luas bagi perempuan untuk berkembang. Ia sendiri mampu menempuh pendidikan hingga jenjang magister—sesuatu yang sulit diraih perempuan di masa lalu.
Meski menduduki jabatan strategis, Isna tetap menjaga keseimbangan antara karier dan kehidupan keluarga. Aktivitas domestik seperti memasak, menjahit, hingga merajut masih ia lakukan secara rutin.
“Saya ingin tetap mengingat bahwa saya seorang ibu dan istri. Itu bagian penting yang tidak bisa dipisahkan,” katanya.
Menurutnya, perempuan tidak harus memilih antara karier dan keluarga. Dengan komitmen dan manajemen waktu yang baik, keduanya dapat berjalan beriringan.
Ia pun mengajak perempuan, khususnya di Tanah Laut, untuk terus melanjutkan semangat Kartini dengan berani bermimpi, meningkatkan kapasitas diri, namun tetap membumi.
Di akhir pernyataannya, Isna menyampaikan pesan sederhana untuk Kartini. Terima kasih,” ujarnya.












