Tanjungpinang – Senyum Muhammad Affan selalu menyambut setiap pengunjung yang datang ke Ruang Baca Anak Perpustakaan Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi, Tanjungpinang.
Bagi Affan, hari-hari itu menjadi pekan terakhirnya menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di perpustakaan milik Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tersebut. Setelah magang sejak Januari 2026, siswa SLB Negeri 1 Tanjungpinang itu akan kembali ke sekolah pada pekan depan.
“Besok Senin dijemput guru,” kata Affan.
Affan merupakan penyandang tunadaksa. Meski memiliki keterbatasan fisik, remaja 18 tahun itu mampu menjalankan tugas magangnya dengan cekatan dan penuh semangat.
Setiap pagi, ia merapikan buku sesuai kode katalog, menata alat peraga untuk pengunjung anak-anak, hingga melayani masyarakat yang datang ke ruang baca.
“Selamat datang, silakan masuk,” ujarnya ramah kepada setiap pengunjung.
Di balik kesibukannya melayani pengunjung, Affan menyimpan mimpi besar: melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi dan suatu hari kembali ke sekolahnya sebagai guru.
“Mau jadi guru komputer,” katanya singkat.
Affan berharap bisa melanjutkan kuliah melalui jalur beasiswa bagi siswa berkebutuhan khusus. Ia juga berharap pemerintah membuka lebih banyak peluang pendidikan dan pekerjaan bagi penyandang disabilitas.
Putra sulung dari tiga bersaudara itu memahami perjuangan orang tuanya. Ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan, sementara ibunya sehari-hari menjadi ojek sekaligus mengantar dan menjemputnya ke sekolah.
Pengalaman magang di perpustakaan menjadi momen berharga bagi Affan. Selain mengenal dunia kerja, ia merasa diterima dan dihargai seperti pekerja lainnya.
Senin nanti ia akan kembali ke sekolah. Namun pengalaman itu, bagi Affan, menjadi langkah awal untuk mengejar cita-cita besarnya: mengajar dan membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bermimpi.












