Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Peristiwa

Longsor Terjang Jatigede Sumedang, Akses Jalan Lingkar Waduk Terganggu

×

Longsor Terjang Jatigede Sumedang, Akses Jalan Lingkar Waduk Terganggu

Sebarkan artikel ini
Material longsor tanah dan batu menutup sebagian jalan lingkar Waduk Jatigede di Sumedang akibat hujan deras.
Material longsor menutup sebagian badan Jalan Lingkar Timur Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, sehingga arus lalu lintas hanya bisa dilalui satu jalur, Jumat (3/4/2026). Foto: Ubay/BK.

SUMEDANG — Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama memicu longsor di wilayah Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (2/4/2026) sore.

Longsor terjadi di dua titik, yakni di Desa Kadujaya serta di Jalan Lingkar Timur Waduk Jatigede, tepatnya di Desa Jemah, dan berdampak pada terganggunya akses transportasi warga hingga Jumat (3/4/2026).

Material longsor berupa tanah dan bebatuan di kawasan Lingkar Timur Jatigede menutup sebagian bahu jalan. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur tersebut hanya bisa dilalui satu arah secara bergantian.

Salah satu warga, Hidayat Permana, mengatakan wilayah tersebut memang rawan longsor, bahkan kerap terjadi jalan amblas.

Selain itu, kondisi penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalan lingkar waduk juga dinilai minim, sehingga membahayakan pengguna jalan terutama saat malam hari.

Ia berharap pemerintah segera melakukan penanganan, termasuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan karena jalur tersebut merupakan akses penghubung antarwilayah.

“Ini jalur penghubung Sumedang ke Garut dan Tasikmalaya, jadi harus segera ditangani,” ujarnya.

Sementara itu, longsor di Desa Kadujaya juga menyebabkan akses jalan menuju Karedok dan PLTA Parakankondang tertutup material batu berukuran besar. Hingga Jumat siang, jalur tersebut belum bisa dilalui kendaraan roda empat.

Proses evakuasi material longsor saat ini masih menunggu bantuan alat berat dari Pemerintah Kabupaten Sumedang.

Baca Juga  Pakar UGM Peringatkan Retakan “Tapal Kuda” sebagai Sinyal Kuat Longsor Majenang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *