Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Gaya Hidup (lifestyle)

Batfest Batulicin dan “Big Riot” yang Tertata: Harmoni di Tengah Energi Musik Ska

×

Batfest Batulicin dan “Big Riot” yang Tertata: Harmoni di Tengah Energi Musik Ska

Sebarkan artikel ini
Personel band Skamen Rider berpose di Batfest Batulicin dengan latar festival musik ska dan penonton
Personel Skamen Rider berpose di area Batfest Batulicin, menampilkan semangat musik ska yang energik dan penuh kebersamaan di tengah festival. (Foto: Denni/Istimewa)

BATULICIN — Keriuhan Batfest setiap tahunnya kerap terlihat seperti pesta tertinggi rakyat. Namun di balik riuhnya ribuan penonton yang bergerak serempak, festival ini justru menghadirkan keteraturan dalam energi yang sama.

Di tengah hentakan kaki yang tak berhenti, pengunjung tidak sekadar menonton pertunjukan. Mereka menjadi bagian dari ekosistem yang bergerak cepat— di mana musik, gerak, dan massa menyatu dalam satu ritme.

Bagi sebagian orang, suasana itu mungkin tampak seperti “kerusuhan”. Namun di Batfest, keriuhan justru menjadi bagian dari pengalaman yang terbangun.

Energi Kolektif di Depan Panggung

Ribuan penonton memenuhi area depan panggung utama. Skanking dilakukan serempak, menciptakan pola gerak yang spontan namun selaras.

Debu yang terangkat dari tanah berubah menjadi elemen visual alami yang memperkuat atmosfer. Alih-alih mengganggu, partikel itu justru menambah intensitas pengalaman di tengah kerumunan.

Penonton tidak hanya menyaksikan, tetapi ikut membentuk suasana.

Distorsi dan Harmoni dalam Satu Ruang

Perpaduan distorsi gitar yang kasar dengan instrumen yang harmonis menjadi ciri khas Batfest. Kontras ini menghadirkan keseimbangan antara energi liar dan musikalitas yang matang.

Musisi Tanah Bumbu sekaligus vokalis Skamen Rider, Denni, menilai pengalaman tersebut sebagai sesuatu yang khas.

Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Senin, (30/3/2026) Denni menggambarkan Batfest sebagai representasi energi musik ska yang utuh.

“Batfest itu ibarat lagu ska dengan tempo 170 BPM: cepat, padat, berisik, tapi setiap nadanya bikin kita merasa hidup dan bersatu,” tulisnya.

Menurutnya, kekuatan utama festival ini tidak hanya terletak pada musik, tetapi juga interaksi yang terbangun di antara penonton.

“Ada rasa kebersamaan yang muncul dari interaksi itu. Penonton bukan hanya melihat, tapi ikut menjadi bagian dari energi yang tercipta,” ujarnya.

Baca Juga  Rayakan Ultah ke-4, Grand Mercure Malang Mirama Tampilkan Perpaduan Budaya Jawa–Tionghoa

Atmosfer yang Meluas ke Ruang Digital

Bagi Denni, Batfest bukan sekadar festival musik, tetapi ruang ekspresi kolektif yang terus berkembang.

Atmosfer yang terbentuk di lapangan tidak berhenti setelah acara usai. Ia berlanjut melalui dokumentasi visual yang merekam dinamika panggung hingga interaksi penonton.

Melalui karya visual yang dirilis di kanal digital mereka, Skamen Rider berupaya menangkap kembali energi tersebut—membawa suasana Batfest ke ruang yang lebih luas sekaligus memperlihatkan bagaimana budaya ska terus hidup di tengah komunitasnya.

Band ini dikenal konsisten mengusung semangat ska dengan pendekatan visual dan musikal yang dinamis, sekaligus menjaga tradisi skanking sebagai bagian dari identitas kolektif di setiap penampilannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *