Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Kriminal

Dua Remaja di Yogyakarta Terlibat Bentrok, Diduga Terkait Keluar dari Geng

×

Dua Remaja di Yogyakarta Terlibat Bentrok, Diduga Terkait Keluar dari Geng

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi bentrokan remaja menggunakan senjata tajam yang diduga terkait geng di Yogyakarta.
Ilustrasi bentrokan antar remaja yang diduga berkaitan dengan aktivitas geng di Yogyakarta. (Foto Ilustrasi).

YOGYAKARTA — Dua remaja di Kota Yogyakarta mengalami luka serius setelah terlibat bentrok di Jalan Ki Mangunsarkoro, Pakualaman, Rabu (25/3/2026) dini hari.

Kedua korban masing-masing berinisial AP (18), pelajar asal Mergangsan, dan RA (17), pelajar asal Depok, Sleman.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia melalui Ps Kasi Humas Ipda R Anton Budi Sisilo mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB.

“Polsek Umbulharjo awalnya menerima laporan dari RS Pratama terkait adanya pasien korban kecelakaan lalu lintas. Setelah dicek, ditemukan korban dengan luka akibat senjata tajam yang diduga terkait perkelahian,” ujar Anton, Rabu (25/3/2026).

Petugas kemudian melakukan pengecekan di rumah sakit dan mengamankan korban untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diduga terlibat bentrokan dengan kelompok yang masih memiliki keterkaitan geng yang sama.

Anton menjelaskan, kedua korban diduga merupakan anggota geng yang ingin keluar. Namun, mereka disebut harus melalui kesepakatan tertentu sebelum keluar dari kelompok tersebut.

“Mereka sempat membuat janji untuk bertemu. Namun pertemuan terjadi di Jalan Ki Mangunsarkoro dan berujung bentrokan,” katanya.

Dalam kejadian itu, kedua korban diduga membawa senjata tajam berupa celurit.

Akibat bentrokan tersebut, korban RA mengalami luka serius di bagian dada kiri hingga menembus paru-paru dan sempat dirawat di RS Pratama sebelum dirujuk ke rumah sakit lain.

Sementara korban AP mengalami luka bacok di bagian pundak kiri, lengan kanan dan kiri, serta jari jempol tangan kanan, dan sempat dirawat di RS Wirosaban.

Polisi menduga bentrokan terjadi karena kedua pihak telah saling mengenal dan telah merencanakan pertemuan sebelumnya.

“Dimungkinkan antara korban dan pelaku saling mengenal karena berasal dari kelompok yang sama,” ujar Anton.

Baca Juga  UPN Veteran Yogya Nonaktifkan Enam Dosen Terduga Pelaku Kekerasan Seksual

Kasus tersebut kini dilimpahkan ke Polresta Yogyakarta untuk penyelidikan lebih lanjut.

Polisi juga mengimbau adanya pengawasan dan koordinasi dengan berbagai pihak guna mencegah kejadian serupa terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *