Palangka Raya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) di wilayahnya. Selain itu, Kalteng juga disiapkan menjadi daerah percontohan program Komponen Cadangan (Komcad) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan, keberadaan Rindam akan memperkuat posisi Kalteng dalam sistem pertahanan nasional sekaligus memberi dampak ekonomi bagi daerah.
“Jika Rindam berdiri di sini, pendidikan bintara, tamtama hingga pelatihan kejuruan bisa dilakukan di Kalteng. Ini bukan hanya soal pertahanan, tapi juga peluang pertumbuhan ekonomi,” ujar Agustiar, Selasa (3/3/2026).
Saat ini, sebagian besar pendidikan dasar militer bagi prajurit asal Kalteng masih dilakukan di luar daerah. Dengan pembangunan Rindam, proses tersebut dapat dipusatkan di Palangka Raya.
Selain pembangunan fasilitas pendidikan militer, Kalteng juga masuk dalam rencana pengembangan program Komponen Cadangan (Komcad) bagi ASN pemerintah daerah.
Komcad merupakan bagian dari sistem pertahanan negara yang bersifat sukarela. Peserta mendapatkan pelatihan dasar kemiliteran dan pembinaan bela negara untuk memperkuat kesiapsiagaan nasional.
Agustiar menegaskan program tersebut tidak dimaksudkan untuk menjadikan ASN sebagai militer aktif.
“ASN tetap menjalankan fungsi sebagai pelayan publik. Program ini untuk membentuk disiplin dan kesiapan menghadapi situasi darurat,” katanya.
Pemprov Kalteng, lanjut dia, masih berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan rencana tersebut berjalan sesuai aturan serta tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Rencana pembangunan Rindam dan pengembangan Komcad dinilai berpotensi mendorong aktivitas ekonomi lokal, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dengan luas wilayah dan letak geografis yang berada di tengah Pulau Kalimantan, Kalteng dipandang memiliki posisi strategis dalam penguatan sistem pertahanan nasional.












