Tentara Israel menyatakan telah mendeteksi peluncuran rudal dari wilayah Iran yang mengarah ke Israel, sehingga memicu sirene peringatan di sejumlah wilayah negara tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip Al Jazeera, militer Israel meminta masyarakat segera mengikuti arahan Komando Pertahanan Dalam Negeri.
“Masyarakat diminta mengikuti instruksi Komando Pertahanan Dalam Negeri,” demikian pernyataan militer Israel.
Israel menyebut Angkatan Udara saat ini tengah melakukan operasi untuk mencegat rudal serta menanggapi ancaman yang dinilai berpotensi membahayakan. Militer juga menegaskan bahwa sistem pertahanan udara tidak sepenuhnya kedap, sehingga warga diminta tetap berada dalam kewaspadaan dan mematuhi seluruh pedoman keselamatan.
Sementara itu, sejumlah sumber keamanan menyebut salah satu tujuan operasi militer Israel adalah menghilangkan ancaman terhadap garis depan pertahanan negara tersebut, terutama yang berkaitan dengan peluncur rudal dan pangkalan yang digunakan untuk mengoperasikan kendaraan udara tak berawak (UAV).
Menurut laporan media Israel, serangan juga dilaporkan meluas ke sejumlah lokasi di Iran, termasuk wilayah Qom, Isfahan, Kermanshah, dan Karaj.
Di sisi lain, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dilaporkan terus memperkuat kesiapan militernya. Penambahan personel dilakukan di sejumlah pangkalan dan markas komando, sementara Komando Pusat diperkuat dengan lima kompi tambahan.
Militer Israel juga meningkatkan tingkat kewaspadaan di sepanjang perbatasan menyusul kekhawatiran adanya potensi serangan lanjutan. Laporan menyebutkan aktivitas lalu lintas helikopter militer meningkat signifikan di atas wilayah Israel, seiring pemindahan pasukan antarwilayah.
Sebelumnya, pejabat Iran menyatakan Teheran tengah menyiapkan serangan balasan setelah dugaan serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap target di Iran.
Menurut laporan Reuters, pejabat Iran menyebut balasan yang disiapkan akan bersifat “menghancurkan”, meski belum dijelaskan secara rinci bentuk maupun waktu pelaksanaannya.
Situasi ini semakin meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah, dengan kedua pihak saling meningkatkan kesiagaan militer.












