Palangka Raya – Ribuan warga memadati Pasar Wadai Ramadan di Jalan A. Yani, Kota Palangka Raya, Jumat (20/2/2026) sore, untuk berburu takjil dan jajanan khas berbuka puasa pada hari kedua Ramadan 1447 Hijriah. Sejak siang, arus pengunjung terus meningkat meski cuaca panas menyelimuti kawasan tersebut.
Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya lapak pedagang yang mulai diserbu pembeli jauh sebelum waktu berbuka. Banyak warga memilih datang lebih awal agar tidak kehabisan menu favorit yang hanya hadir selama Ramadan.
Salah seorang pengunjung, Tila, mengaku sengaja datang lebih cepat demi mendapatkan jajanan tradisional yang menjadi incarannya setiap tahun.
“Kalau datang agak sore biasanya sudah banyak yang habis, apalagi kue tradisional. Jadi lebih baik datang cepat,” ujarnya.
Menurutnya, Pasar Wadai Ramadan selalu menghadirkan suasana berbeda yang tidak ditemui pada hari biasa. Tradisi berburu takjil di lokasi tersebut bahkan menjadi agenda rutin setiap Ramadan.
“Ramadan itu identik dengan pasar wadai. Rasanya kurang lengkap kalau tidak datang dan beli takjil di sini,” katanya.
Di sisi lain, para pedagang merasakan dampak positif dari tingginya kunjungan masyarakat. Wiwi, pedagang bingka, menyebut penjualan meningkat signifikan sejak hari pertama Ramadan.
“Alhamdulillah penjualan meningkat, bahkan kemarin dagangan habis,” ungkapnya.
Ia menjelaskan harga kue yang dijual berkisar Rp10.000 hingga Rp30.000 per buah, tergantung jenisnya. Bingka kentang menjadi menu paling banyak diburu pembeli, disusul bingka peranggam dan bingka panggang.
Wiwi mulai berjualan sejak pukul 12.00 WIB hingga seluruh dagangannya habis. Selama dua hari pertama Ramadan, aktivitas jualan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Semoga jualan terus ramai dan modal cepat kembali,” harapnya.
Pedagang lain juga menilai antusiasme masyarakat cukup tinggi meski Ramadan baru memasuki awal pekan. Pembeli terus berdatangan hingga menjelang waktu berbuka, membuat suasana Pasar Wadai semakin semarak setiap sore.












