Nunukan — Penerbangan distribusi bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah perbatasan Kalimantan Utara berakhir tragis setelah pesawat kargo Air Tractor AT-802 milik PT Pelita Air Service jatuh di wilayah Long Bawan, Kabupaten Nunukan. Insiden tersebut menewaskan pilot yang tengah menjalankan misi pengiriman energi dalam program BBM Satu Harga.
Pesawat dengan registrasi PK-PAA sebelumnya menjalankan penerbangan charter dari Bandara Juwata Tarakan menuju Bandara Long Bawan dengan membawa muatan BBM. Armada lepas landas pada pukul 10.22 WITA dan mendarat normal sekitar pukul 11.24 WITA.
Setelah proses pembongkaran muatan selesai, pesawat kembali bersiap menuju Tarakan dalam kondisi tanpa muatan. Pesawat kembali lepas landas sekitar pukul 12.10 WITA. Namun sekitar 20 menit kemudian, kantor pusat Pelita Air Service menerima laporan awal bahwa pesawat diduga jatuh tidak jauh dari area Bandara Long Bawan.
Perusahaan segera berkoordinasi dengan Lanud Tarakan, Basarnas, serta masyarakat setempat untuk memastikan kondisi kru dan lokasi kejadian. Pilot yang menerbangkan pesawat, Capt. Hendrick Lodewyck Adam (54), dinyatakan meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Jenazah pilot dijadwalkan dievakuasi menuju Tarakan sebelum diterbangkan ke Jakarta untuk diserahkan kepada keluarga. Pelita Air Service menyatakan akan memenuhi seluruh hak serta santunan bagi keluarga korban.
Pesawat yang digunakan diketahui merupakan Air Tractor AT-802 produksi 2013 yang dinyatakan laik terbang dan baru menjalani perawatan rutin pada 15 Februari 2026. Armada tersebut diawaki satu pilot dengan pengalaman terbang lebih dari 8.000 jam.
Untuk mengungkap penyebab kecelakaan, Pelita Air bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengirimkan tim investigasi gabungan ke lokasi kejadian. Proses penyelidikan juga melibatkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.
Insiden ini terjadi saat pesawat menjalankan misi distribusi BBM ke wilayah terpencil perbatasan yang selama ini menjadi jalur vital pasokan energi bagi masyarakat Krayan dan sekitarnya.
Manajemen Pelita Air menegaskan komitmen menjaga standar keselamatan penerbangan serta memastikan investigasi berlangsung transparan dan menyeluruh.












