Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Ekonomi

Pemuda Desa Bangun BUMDes Stroberi, Sempat Rugi Rp97 Juta Kini Raup Omzet Rp200 Juta per Bulan

×

Pemuda Desa Bangun BUMDes Stroberi, Sempat Rugi Rp97 Juta Kini Raup Omzet Rp200 Juta per Bulan

Sebarkan artikel ini
Andri Tri Irawan (Abrek) penggagas Lumbung Stroberi BUMDes Pandanrejo yang berhasil mengembangkan wisata petik stroberi dengan omzet ratusan juta.
Andri Tri Irawan atau “Abrek” (kanan), penggagas sekaligus Koordinator Lumbung Stroberi Desa Pandanrejo, Kota Batu. Unit usaha BUMDes tersebut berkembang menjadi destinasi wisata favorit dan mencatat omzet ratusan juta rupiah dari komoditas stroberi. (Foto: Agung/Bacakabar)

BATU — Upaya seorang pemuda desa mengelola potensi lokal berbuah hasil. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Raharjo di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, berhasil bangkit dari kerugian puluhan juta rupiah hingga kini mencatat omzet ratusan juta rupiah setiap bulan.

Desa Pandanrejo dikenal sebagai kawasan pertanian di dataran tinggi Malang Raya yang subur dan berhawa sejuk. Wilayah ini memiliki sekitar 22 hektare lahan budidaya stroberi dengan produksi ratusan ton buah segar setiap tahun.

Potensi tersebut kemudian dikembangkan melalui unit usaha Lumbung Stroberi, yang didirikan pada 2018 oleh pemuda lokal, Andri Tri Irawan.

Andri mengatakan inisiatif itu muncul dari keprihatinannya melihat harga jual stroberi petani kerap dipengaruhi tengkulak.

“Awalnya usaha ini belum menghasilkan keuntungan. Pada 2019, saat pandemi Covid-19, kami justru mengalami kerugian hingga Rp97 juta,” ujarnya.

Alih-alih berhenti, Andri mengubah strategi pemasaran dengan memanfaatkan media sosial dan penjualan langsung kepada konsumen. Perubahan pendekatan tersebut meningkatkan permintaan, terutama saat masyarakat mulai mencari produk pangan sehat.

Strategi digital itu berbuah hasil. Penjualan meningkat signifikan hingga Lumbung Stroberi mampu mencatat omzet sekitar Rp200 juta per bulan sekaligus melunasi utang kepada mitra petani.

Kini, Lumbung Stroberi tidak hanya berfungsi sebagai pusat distribusi hasil panen, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata berbasis pertanian. Pengunjung dapat memetik stroberi langsung dari kebun serta membeli produk segar sebagai oleh-oleh.

BUMDes Raharjo juga memperluas layanan dengan menghadirkan fasilitas wisata alam berupa glamping. Penginapan tersebut menawarkan pengalaman menginap di area perkebunan dengan latar pemandangan Gunung Panderman.

Selain peningkatan pendapatan desa, pengelolaan Lumbung Stroberi disebut memberi dampak ekonomi langsung bagi petani lokal melalui pola kemitraan pemasaran hasil panen.

Baca Juga  Trimurti Restaurant Grand Mercure Malang Resmi Kantongi Sertifikat Halal

Sejumlah penghargaan tingkat daerah hingga nasional juga diterima pengelola sebagai bentuk apresiasi atas pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal.

Pengelola menegaskan kemitraan dengan petani tetap menjadi prioritas utama agar keberadaan BUMDes benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui penguatan usaha agribisnis dan wisata, Desa Pandanrejo kini semakin dikenal sebagai contoh desa wisata berbasis pertanian yang tumbuh dari inisiatif masyarakat sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *