Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Ekonomi

UMKM Binaan Pertamina Raup Transaksi Rp7,5 Miliar di INACRAFT 2026, Buyer Global Mulai Antre

×

UMKM Binaan Pertamina Raup Transaksi Rp7,5 Miliar di INACRAFT 2026, Buyer Global Mulai Antre

Sebarkan artikel ini
Pembeli dari Argentina melihat dan menilai produk kerajinan tangan UMKM Indonesia pada stan pameran INACRAFT 2026 di JCC Jakarta.
Buyer asal Argentina meninjau produk kerajinan UMKM binaan Pertamina saat pameran INACRAFT 2026 di Jakarta Convention Center.

Jakarta — Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan PT Pertamina (Persero) menarik minat pembeli domestik dan internasional dalam ajang The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada 4–8 Februari 2026. Hingga hari ketiga pameran, nilai transaksi tercatat mencapai miliaran rupiah disertai sejumlah komitmen kerja sama ekspor.

Salah satu pelaku usaha yang mencuri perhatian adalah Bali Ayu, produsen produk wellness dan aromaterapi asal Gianyar, Bali. Usaha yang dirintis Komang Yatik tersebut mulai dilirik pembeli dari berbagai negara setelah mengikuti pameran dan program pendampingan.

Komang menilai partisipasi dalam INACRAFT membuka akses pasar yang sebelumnya sulit dijangkau pelaku UMKM skala kecil, termasuk peluang ekspor jangka panjang.

Minat pembeli mancanegara terlihat dari transaksi langsung dan penjajakan kerja sama yang datang dari sejumlah negara seperti Prancis, Belanda, Jerman, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Argentina, Chili, hingga beberapa negara Afrika. Pembeli asal Malaysia disebut telah menyepakati rencana pasokan rutin untuk pasar ritel di negaranya.

Sementara itu, buyer dari Prancis melakukan pemesanan awal disertai rencana pembelian berkelanjutan dalam skala besar. Permintaan juga datang dari Maladewa, yang memesan ribuan unit produk lilin berbahan batok kelapa—menunjukkan tingginya minat pasar global terhadap kerajinan berbasis bahan alami.

UMKM lain, Agrominafiber, juga mendapatkan calon pembeli dari Argentina dan Jepang. Secara keseluruhan, hingga hari ketiga pameran, total transaksi UMKM binaan Pertamina mencapai sekitar Rp7,5 miliar, terdiri atas penjualan ritel sekitar Rp3,8 miliar dan komitmen pembelian dari buyer senilai Rp3,7 miliar.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menyebut pameran kerajinan berskala internasional seperti INACRAFT menjadi etalase penting bagi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan pasar dan meningkatkan kepercayaan pembeli global.

Baca Juga  Pemkab Kotabaru Matangkan RKPD 2027, Fokus Infrastruktur dan SDM

Partisipasi UMKM binaan Pertamina dalam INACRAFT 2026 sekaligus memperlihatkan tren peningkatan daya saing produk kerajinan nasional di pasar internasional. Selain mendorong transaksi jangka pendek, pameran ini juga membuka peluang kontrak ekspor yang dapat memperkuat posisi UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *