KARAWANG – Banjir yang melanda Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terus meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang mencatat sedikitnya 30 desa di 20 kecamatan terdampak, dengan jumlah warga terdampak mencapai puluhan ribu jiwa.
Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Citarum dan Sungai Cibeet, yang menggenangi permukiman warga sejak Sabtu (24/1/2026). Pemerintah Kabupaten Karawang pun meminta warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai untuk segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
BPBD melaporkan ketinggian air di sejumlah titik mencapai hingga tiga meter. Seiring dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang menetapkan status siaga awas guna mempercepat proses penanganan dan evakuasi warga di wilayah rawan banjir.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyatakan penetapan status siaga awas menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk melakukan evakuasi secara menyeluruh, terutama terhadap warga yang tinggal di daerah rawan luapan sungai.
Pemerintah daerah mencatat banjir telah merendam sekitar 9.650 rumah yang tersebar di 58 desa dan kelurahan pada 20 kecamatan. Jumlah warga terdampak mencapai 10.927 kepala keluarga atau sekitar 31.601 jiwa.
Dari jumlah tersebut, terdapat kelompok rentan yang ikut terdampak, termasuk anak-anak, balita, bayi, dan lanjut usia. Ribuan warga kini mengungsi di sejumlah lokasi yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Bupati Karawang mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama, mengingat potensi banjir masih dapat meluas seiring kondisi cuaca dan debit sungai yang belum stabil.












