Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Lingkungan

PT HRB Siapkan Kawasan Konservasi Keanekaragaman Hayati di Teluk Kepayang Tanah Bumbu

×

PT HRB Siapkan Kawasan Konservasi Keanekaragaman Hayati di Teluk Kepayang Tanah Bumbu

Sebarkan artikel ini
Peninjauan kawasan hutan Desa Guntung Teluk Kepayang Tanah Bumbu untuk rencana konservasi keanekaragaman hayati oleh PT Hutan Rindang Banua
Tim PT Hutan Rindang Banua melakukan peninjauan lapangan di kawasan hutan Desa Guntung, Kecamatan Teluk Kepayang, Tanah Bumbu, yang direncanakan sebagai area konservasi keanekaragaman hayati.

TANAH BUMBU — PT Hutan Rindang Banua (HRB) menyiapkan pengembangan kawasan konservasi keanekaragaman hayati di Desa Guntung, Kecamatan Teluk Kepayang, Kabupaten Tanah Bumbu. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga kawasan hutan yang masih relatif alami di sekitar wilayah operasionalnya.

Direktur PT Hutan Rindang Banua, Nurhadi Purwanto, mengatakan tahapan awal kegiatan difokuskan pada inventarisasi dan identifikasi flora serta fauna yang ada di kawasan tersebut. Pendataan ini dilakukan sebagai dasar penyusunan rencana perlindungan dan pengelolaan jangka panjang.

“Tim kami melakukan penelusuran langsung ke kawasan hutan untuk mencatat kondisi vegetasi, satwa, serta sumber air. Ini menjadi tahap awal sebelum menentukan pola pengelolaan konservasi,” kata Nurhadi kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).

Dari hasil peninjauan lapangan, tim HRB menemukan sejumlah indikasi keanekaragaman hayati, seperti koloni kelelawar, suara burung anggang, serta jenis burung lain yang masih hidup di habitat alaminya. Kawasan tersebut juga memiliki bentang alam berupa air terjun dengan kualitas air yang dinilai masih jernih.

Nurhadi menyebut, ke depan HRB berencana menggandeng instansi teknis kehutanan dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) agar pengelolaan kawasan konservasi dapat dilakukan secara terukur dan sesuai ketentuan.

“Kami ingin pengelolaan kawasan ini dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan, sehingga fungsi perlindungan lingkungannya tetap terjaga,” ujarnya.

Department Head Operational PT Hutan Rindang Banua, Aris Kiswanto, menjelaskan kawasan Teluk Kepayang merupakan bagian penting dari wilayah operasional perusahaan. Menurut dia, sejak 2022 HRB telah melakukan kegiatan penanaman pohon di Desa Guntung sebagai bagian dari upaya rehabilitasi lingkungan.

Aris menyebut, kondisi tutupan lahan dan topografi kawasan dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai area konservasi biodiversitas. Selain fungsi ekologis, kawasan tersebut juga dinilai memiliki potensi pengembangan terbatas untuk kegiatan pendidikan dan penelitian.

Baca Juga  Warga Bintan Resah, Minta Aparat Tertibkan Dugaan Tambang Pasir Ilegal

“Keanekaragaman hayati dan karakter kawasan ini memungkinkan dimanfaatkan sebagai lokasi pembelajaran lingkungan, tentu dengan tetap mengutamakan aspek perlindungan,” kata Aris.

Sementara itu, Kepala External Relations PT Hutan Rindang Banua, Mahlan, menekankan pentingnya pelibatan masyarakat sekitar dalam menjaga kawasan hutan. Menurut dia, pendekatan sosial menjadi bagian penting dari upaya perlindungan kawasan konservasi.

“Masyarakat di sekitar kawasan dilibatkan melalui pendekatan partisipatif agar memiliki rasa tanggung jawab terhadap kelestarian hutan,” ujar Mahlan.

Ia menambahkan, komunikasi dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat terus dilakukan untuk meminimalkan potensi gangguan serta menjaga keamanan kawasan.

Sebagai bagian dari penguatan aktivitas operasional di Teluk Kepayang, manajemen PT Hutan Rindang Banua juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas kantor dan mess di lokasi tersebut pada hari yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *