KEDIRI, Jawa Timur — Praktik arisan bodong yang melibatkan ratusan warga mencuat di Kota Kediri, Jawa Timur. Para korban mengaku mengalami kerugian hingga miliaran rupiah setelah dana yang mereka setorkan tidak kunjung dikembalikan oleh penyelenggara arisan.
Arisan tersebut dikelola seorang perempuan berusia 26 tahun yang berdomisili di wilayah Kota Kediri. Kepada para peserta, pelaku menjanjikan keuntungan berlipat dalam waktu singkat melalui skema paket arisan dengan nominal setoran bervariasi. Pada tahap awal, sebagian arisan disebut sempat berjalan lancar dan membayar sesuai jadwal, sehingga menarik lebih banyak peserta dengan nilai setoran yang semakin besar.
Masalah mulai muncul ketika jadwal pencairan dana untuk paket bernilai besar tiba. Sejumlah peserta mengaku tidak menerima pembayaran seperti yang dijanjikan. Upaya menghubungi penyelenggara pun tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya para korban menyadari adanya dugaan penipuan.
Data sementara yang dihimpun korban menyebutkan sedikitnya 355 orang terdampak dalam kasus ini. Total kerugian ditaksir mencapai Rp5 hingga Rp6 miliar. Sebagian korban mengaku telah menyetor dana dalam jumlah besar, bahkan hingga ratusan juta rupiah, setelah tergiur keuntungan yang dijanjikan.
Merasa dirugikan, para korban melaporkan kasus tersebut ke Polda Jawa Timur. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas perkara ini serta memberikan kepastian hukum atas kerugian yang dialami.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendalaman dan belum menyampaikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan. Aparat mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran arisan atau investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat tanpa dasar yang jelas.












