KUDUS — Sekber Wartawan Indonesia (SWI) memperkenalkan gagasan besar untuk mendorong ekonomi hijau dan ketahanan pangan nasional melalui gerakan sinergi pers–pemerintah. Terobosan ini diproyeksikan menjadi program nasional dan masuk dalam agenda resmi Munas SWI pada Mei 2026 di Boyolali.
Gagasan tersebut lahir dari anggota SWI Kudus sekaligus pemilik Banana Garden, Rochmad Taufiq, yang mengembangkan konsep integrated farming melalui nabung pisang dan nabung ayam. Konsep ini dibahas secara intens bersama pakar ekonomi kerakyatan Prof. Supriyat Nasir, dan dinilai relevan dengan program ketahanan pangan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Pers tidak cukup hanya menulis berita. Pers harus menjadi motor perubahan,” ujar Plt Ketum/Sekjen SWI, Ir. Hery Budiman, menegaskan peran jurnalis dalam edukasi publik, pemberdayaan desa, hingga kampanye ekonomi hijau.
SWI menyatakan keseriusannya melalui rangkaian rapat besar, mulai dari Rapat Panitia Munas di Jakarta hingga Rakorwil Jawa Tengah di Kudus yang dihadiri DPP SWI. Seluruh DPD di Jateng sepakat menjadi pionir gerakan hijau tingkat nasional.
Pada Munas SWI 22–25 Mei 2026, sejumlah program strategis akan dicanangkan, antara lain:
Program Nabung Pisang Nasional
Program Jagung 20.000 Ha
Program Vanili 200 Ha
Wood Pellet & Silase Nasional
Integrasi Pisang–Ternak Ayam
Gerakan Penghijauan Nasional SWI
Seluruh program akan dijalankan secara kolaboratif dengan pemerintah daerah, TNI–Polri, akademisi, dan masyarakat desa.
SWI menegaskan gerakan ini bukan sekadar wacana, tetapi langkah konkret membawa pers sebagai bagian dari solusi ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.
“Gerakan ekonomi hijau adalah milik rakyat. Pers harus ikut menanam harapan bagi Indonesia,” tutup Hery.












