Palangka Raya

Mahasiswa Kalimantan Tengah Deklarasi Dukung Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Nasional

×

Mahasiswa Kalimantan Tengah Deklarasi Dukung Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Nasional

Sebarkan artikel ini
Ketua AMAN Kalteng Tirta Yoga Panuntun berpidato dalam acara deklarasi dukungan Soeharto jadi pahlawan nasional.
Ketua DPW AMAN Kalimantan Tengah Tirta Yoga Panuntun saat menyampaikan sambutan dalam Dialog Kebangsaan bertema dukungan pemberian gelar pahlawan untuk Soeharto di Palangka Raya.

PALANGKA RAYA – Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Kalimantan Tengah menggelar Dialog Kebangsaan dan Deklarasi AMAN dengan tema “Mendukung Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto” di Kota Palangka Raya.

Kegiatan ini diikuti tokoh mahasiswa dan pemuda Kalimantan Tengah, dengan tujuan membangun kesadaran kebangsaan sekaligus refleksi terhadap peran tokoh-tokoh penting dalam sejarah pembangunan Indonesia.

Ketua DPW AMAN Kalimantan Tengah, Tirta Yoga Panuntun, menyampaikan bahwa dukungan terhadap pemberian gelar pahlawan kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, H. M. Soeharto, merupakan bentuk pengakuan atas jasa besar beliau dalam membangun fondasi pembangunan nasional.

“Gelar Pahlawan untuk Pak Harto adalah pengakuan bahwa pembangunan, stabilitas, dan kedisiplinan bukan sekadar kebijakan masa lalu, melainkan fondasi etis dari keindonesiaan — warisan historis yang layak diingat dan diteladani,” ujar Tirta Yoga Panuntun dalam sambutannya.

Ia menambahkan, Soeharto telah meninggalkan warisan mendalam bagi bangsa Indonesia, bukan hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam hal mentalitas dan rasa percaya diri bangsa.

“Soeharto membangun bukan sekadar gedung dan jalan, tetapi juga rasa percaya diri bangsa — bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kakinya sendiri,” ungkapnya.

Ketua DPW AMAN Kalimantan Tengah Tirta Yoga Panuntun berfoto bersama peserta Dialog Kebangsaan dan Deklarasi AMAN mendukung gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto.

Dalam dialog itu, peserta juga membahas berbagai kebijakan strategis era Soeharto seperti Repelita, program transmigrasi, swasembada pangan, dan pembangunan jaringan irigasi desa, yang dinilai sebagai bentuk nyata visi jangka panjang dalam membangun kemandirian ekonomi dan ketahanan nasional.

“Di bawah kepemimpinan Pak Harto, pembangunan dirancang sebagai strategi jangka panjang berlandaskan disiplin dan keteraturan. Semua itu menjadi cermin visi besar untuk meneguhkan fondasi kesejahteraan rakyat,” lanjut Tirta Yoga Panuntun.

Sebagai penutup, Tirta menegaskan bahwa dukungan terhadap pemberian gelar pahlawan untuk Soeharto bukan sekadar bentuk penghormatan individual, tetapi juga momentum bagi bangsa Indonesia untuk berdamai dengan sejarahnya sendiri.

Baca Juga  Polda Kalteng Gelar Kenal Pamit 4 Pejabat Utama dan 5 Kapolres

“Jika hari ini bangsa Indonesia memberi gelar pahlawan untuk Pak Harto, sesungguhnya itu adalah cermin kedewasaan berbangsa: berdamai dengan sejarah dan mengakui bahwa di tengah masa-masa sulit, pernah ada seorang pemimpin yang meneguhkan arti keteguhan,” tutup Tirta Yoga Panuntun.

Melalui deklarasi ini, AMAN Kalimantan Tengah berharap nilai-nilai kebangsaan, disiplin, dan semangat kemandirian yang diwariskan Soeharto dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam melanjutkan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Sementara itu, sejumlah kalangan akademisi menilai bahwa usulan pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto perlu dikaji secara komprehensif agar sejalan dengan prinsip keadilan sejarah dan nilai-nilai reformasi. Mereka menekankan pentingnya melihat kontribusi dan kontroversi secara proporsional sebelum keputusan resmi ditetapkan pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *