Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Jawa Timur

Megawati Soekarnoputri Kembali ke Blitar, Semangat Bung Karno Menggema di Peringatan 70 Tahun Konferensi Asia Afrika

×

Megawati Soekarnoputri Kembali ke Blitar, Semangat Bung Karno Menggema di Peringatan 70 Tahun Konferensi Asia Afrika

Sebarkan artikel ini
Hasto Kristiyanto, Djarot Saiful Hidayat, dan Said Abdullah menghadiri peringatan 70 tahun KAA di Blitar.
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersama Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat dan Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah saat menghadiri peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika di Blitar, Sabtu (1/11/2025).

Blitar — Kota Blitar menjadi pusat perhatian nasional dan dunia internasional. Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, hadir memimpin peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA), Sabtu (1/11/2025). Acara ini digelar secara megah di Perpustakaan dan Makam Bung Karno, tempat bersemayamnya sang Proklamator, dan dihadiri oleh 30 akademisi dari 30 negara.

Kegiatan yang dikemas dalam seminar internasional bertajuk “Bung Karno in a Global History” tersebut menjadi ajang refleksi terhadap peran Indonesia dalam membangun solidaritas dunia ketiga dan meneguhkan kembali semangat anti-penjajahan di tengah dinamika global masa kini.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa kehadiran Megawati di Blitar bukan sekadar acara seremonial, melainkan bentuk penghormatan terhadap visi besar Bung Karno tentang perdamaian dunia dan tatanan global yang berkeadilan.

“Jika abad ke-20 ditandai dengan lahirnya energi atom yang mengubah peradaban, maka Bung Karno memberikan energi moral bagi dunia melalui Konferensi Asia Afrika — mempertemukan bangsa-bangsa Asia dan Afrika untuk bersatu melawan penjajahan,” ujar Hasto.

Ia menambahkan, melalui KAA, Bung Karno menulis bab penting dalam sejarah dunia dengan mempersatukan bangsa-bangsa yang sebelumnya terjajah agar berdiri sejajar dan merdeka dari dominasi Barat.

“Bung Karno bukan sekadar pemimpin nasional, tapi tokoh dunia yang meletakkan dasar peradaban baru berbasis kemerdekaan, kesetaraan, dan perdamaian,” tegasnya.

Menurut Hasto, keterlibatan puluhan akademisi internasional di Blitar menunjukkan bahwa gagasan Bung Karno tetap relevan dan menjadi inspirasi global. Ia mengingatkan bahwa semangat anti-penjajahan yang menjadi roh KAA harus menjadi kompas moral bagi arah kebijakan Indonesia masa kini.

“Bangsa ini tidak boleh tunduk pada kekuatan asing. Kita harus berdiri tegak di atas prinsip kemerdekaan dan keadilan bagi seluruh bangsa,” ujarnya.

Baca Juga  Prabowo Pulang dari Lawatan Eropa, Bawa Kesepakatan Investasi hingga Diplomasi Global

Menutup pernyataannya, Hasto menilai kehadiran Megawati merupakan simbol kesinambungan perjuangan Bung Karno dalam konteks geopolitik modern.

“Peringatan 70 tahun KAA ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali jati diri bangsa dan peran Indonesia di dunia. Seperti pesan Bung Karno, Indonesia harus menjadi mercusuar dunia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *