Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Banjar

Pemkab Banjar Perkuat Sinergi Program MBG Lewat Rapat Koordinasi Satuan Gizi

×

Pemkab Banjar Perkuat Sinergi Program MBG Lewat Rapat Koordinasi Satuan Gizi

Sebarkan artikel ini
Pj Sekda Banjar H. Ikhwansyah membuka Rakoor Program Makan Bergizi Gratis bersama jajaran SPPG se-Kabupaten Banjar di Martapura, Selasa (14/10/2025).
Pj Sekda Banjar H. Ikhwansyah membuka Rakoor Program Makan Bergizi Gratis bersama jajaran SPPG se-Kabupaten Banjar di Martapura, Selasa (14/10/2025).

MARTAPURA — Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar Rapat Koordinasi (Rakoor) bersama seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Banjar. Kegiatan berlangsung di Aula Berlian Guest House Sultan Sulaiman, Martapura, pada Selasa (14/10/2025).

Rakoor ini digelar untuk memperkuat sinergi lintas sektor dan memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Banjar.

Acara dibuka oleh Pj Sekda Banjar H. Ikhwansyah, didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Nor Ipansyah, Koordinator Wilayah SPPG Banjar Shintia Aulia, serta perwakilan dari berbagai instansi dan kecamatan.

Dalam arahannya, Ikhwansyah menekankan pentingnya disiplin dalam pengolahan bahan makanan sesuai Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) yang diterbitkan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Dengan berpedoman pada standar tersebut, kita berharap kasus-kasus keracunan makanan di Kabupaten Banjar dapat diminimalkan, bahkan dihindari sama sekali,” ujarnya.

Ikhwansyah mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada 10 satuan pelayanan gizi (SPPG) yang aktif, dan dalam waktu dekat akan ditambah 7 SPPG baru untuk menjangkau wilayah terpencil.

“Langkah ini bagian dari komitmen pemerintah agar anak-anak di Kabupaten Banjar mendapatkan asupan gizi yang cukup, sehat, dan seimbang,” terangnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program MBG bergantung pada kolaborasi semua pihak — mulai dari tenaga lapangan hingga pemangku kebijakan.

“Kami ingin program ini berjalan efektif dan merata. Karena itu, penting bagi seluruh satuan pelayanan memperkuat koordinasi, transparansi, serta melakukan pemantauan berkala di lapangan,” kata Ikhwansyah.

Dalam sesi diskusi, peserta rakoor membahas sejumlah langkah tindak lanjut, termasuk penguatan peran petugas gizi di lapangan agar pelaksanaan program lebih optimal dan akuntabel.

Baca Juga  Semangat Kebersamaan Guru Banjar Menggema di Porseni PGRI 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *