TANAH BUMBU – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Kalimantan Selatan turun langsung ke desa-desa di Kabupaten Tanah Bumbu. Melalui program jemput bola, petugas menyosialisasikan pentingnya dokumen kependudukan kepada perangkat desa pada Rabu, (10/9/2025) di Aula Kantor Kecamatan Mentewe, Tanah Bumbu.
Kepala Disdukcapil Tanah Bumbu, Gento Hariyadi, S.P., M.M., mewakili Bupati Andi Rudi Latif, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata yang sejalan dengan moto Bupati Tanbu, BerAKSI (Akselerasi Kerja Sistematik Inovatif).
“Disdukcapil Provinsi datang langsung ke kabupaten. Kami memfasilitasi tempat sekaligus menghadirkan narasumber untuk membahas pencatatan sipil dan pendaftaran penduduk,” ujar Gento.
Menurutnya, sosialisasi ini juga membuka fakta lapangan. “Tingkat perceraian di Mentewe masih tinggi, begitu juga angka kelahiran. Semua ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” jelasnya.
Gento menekankan masih banyak masyarakat menyepelekan dokumen kependudukan. “Padahal, urgensinya tinggi. Banyak kasus muncul hanya karena data tidak pernah diperbarui sejak SD hingga kuliah,” tegasnya.

Karena itu, lanjutnya, jajaran Dukcapil memilih turun langsung ke desa. “Seperti moto Bupati BerAKSI, kami masuk desa, bertemu perangkat RT, dan menemukan data baru. Tujuannya agar masyarakat sadar pentingnya administrasi kependudukan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Fasilitasi Pencatatan Sipil Disdukcapil Kalsel, Subagio, menambahkan, sejak Mei 2022 masyarakat tidak perlu repot mengurus cabut berkas saat pindah domisili.
“Mekanisme baru memungkinkan petugas di daerah tujuan langsung konfirmasi ke daerah asal. Jadi masyarakat tak perlu mudik hanya untuk urus dokumen, semua sudah dibantu Dukcapil,” jelasnya.
Dengan pola jemput bola ini, Disdukcapil berkomitmen menghadirkan layanan lebih dekat, cepat, dan tepat bagi seluruh warga Tanah Bumbu, sekaligus meningkatkan kesadaran tertib administrasi.












