Banjarmasin, Bacakabar – Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus mendorong pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satunya lewat kegiatan produksi batako yang digelar Rabu (7/5/2025) pukul 09.00 WITA.
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, melainkan kerja mandiri yang dilakukan oleh para WBP di bawah pengawasan Seksi Kegiatan Kerja (Giatja). Warga binaan terlibat langsung mulai dari proses pencetakan hingga penyusunan batako.
“WBP kini sudah berada di tahap kerja nyata, bukan lagi pelatihan dasar,” ujar Muttaqin Akbar, staf Giatja. Ia menegaskan pentingnya penguasaan penuh terhadap proses produksi.
Senada, M. Alfi Hidayat menyebut kegiatan ini sebagai media membangun kepercayaan diri warga binaan. “Mereka perlu disiapkan mental dan keterampilannya sebelum bebas,” katanya.
Batako yang dihasilkan digunakan untuk pembangunan internal Lapas, seperti perbaikan sarana dan prasarana. Ini sekaligus jadi bukti nyata hasil kerja produktif para WBP.
Kasubsi Bimbingan Kerja, Ikrar Aulia, menyampaikan bahwa pembinaan ini adalah langkah konkret mempersiapkan WBP kembali ke masyarakat.
“Kami ingin mereka keluar dari sini tidak hanya sadar hukum, tapi juga siap bersaing dengan keterampilan yang dimiliki,” ujarnya.
Lapas Banjarmasin berharap, lewat kegiatan ini, WBP mampu mandiri secara sosial dan ekonomi setelah menjalani masa hukuman.












