Banjarmasin – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin mengalokasikan anggaran Rp2 miliar untuk pagar dan taman rumah dinas Wali Kota. Pengeluaran ini menuai protes karena dinilai tidak prioritas di tengah krisis sampah yang belum terselesaikan.
Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Banjarmasin (IKMBAN), Pinky Manarul Alam, menyatakan, “Dana Rp2 miliar seharusnya dipakai untuk perbaikan sistem pengelolaan sampah, seperti penambahan armada truk, pembangunan TPS, atau edukasi masyarakat.”
Banjarmasin masih menghadapi masalah sampah yang parah, termasuk TPS yang penuh, armada terbatas, dan keluhan bau menyengat dari warga. Sementara itu, rumah dinas Wali Kota justru dipercantik dengan lanskap mewah.
DPRD Kota Banjarmasin dituntut untuk mengawasi penggunaan anggaran ini. Warga meminta audit transparan dan kebijakan yang lebih berpihak pada kebutuhan publik.
“Ini kebijakan elitis yang tidak peka. Rp2 miliar bisa untuk pengurangan sampah plastik atau pembangunan fasilitas pengolahan limbah,” tambah Pinky. (dwn)












