Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Malang

HMI dan Anggota DPRD Kota Malang Gelar Diskusi Publik, Bahas Angka Pengangguran

×

HMI dan Anggota DPRD Kota Malang Gelar Diskusi Publik, Bahas Angka Pengangguran

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kota Malang juga Alumni HMI, Suryadi menjadi salah satu narasumber diskusi publik dengan HMI Kota Malang

Malang – Tingginya Tingkat Pengangguran Setelah Lulus Perguruan Tinggi, Apakah Pendidikan Indonesia Tidak Berkualitas ? Menjadi topik hangat dalam kegiatan diskusi publik dengan narasumber Anggota DPRD Kota Malang Fraksi Golkar, Suryadi, S.Pd., M.M yang diselenggarakan oleh HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Kota Malang, Sabtu (8/2/2025)

Dalam diskusi ini, Suryadi selaku Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Malang mengatakan peran HMI dengan kondisi bertambahnya jumlah pengangguran tingkat sarjana di Kota Malang sangatlah penting dalam mempersiapkan masa depan. Seperti meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan leadership, menanamkan nilai – nilai Islam dan nasionalisme, membantu mahasiswa mengembangkan soft skills dan hard skills, juga mendorong kader HMI untuk berwirausaha dan memperluas jaringan alumni untuk membantu pencarian kerja.

“Tingginya angka pengangguran lulusan sarjana bukan semata – mata karena kualitas pendidikan yang buruk, melainkan karena ketidak sesuaian antara apa yang diajarkan dan kebutuhan pasar kerja” ungkapnya.

Rendahnya kesempatan bagi mahasiswa lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan pengalaman melalui program magang dan KKN menjadi salah satu sebabnya, maka kerjasama lebih erat antara perguruan tinggi dan dunia industri sangat diperlukan sebagai jembatan kesenjangan itu.

Suryadi menyebut total pemuda di Kota Malang mencapai 200.000, tingkat pengangguran terbuka kota malang sejak tahun 2022 7,66 persen, tahun 2023 6,80 persen dan tahun 2024 6,10 persen. Menurutnya, kota ini lebih cocok sebagai tempat belajar dari pada menjadi tempat mencari kerja.

Sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat melihat banyaknya lulusan perguruan tinggi yang ingin bekerja di Malang, lapangan pekerjaan terbatas untuk fresh graduate, kurangnya minat berwirausaha, dan banyak mahasiswa lulusan baru memilih untuk menunggu pekerjaan daripada bekerja diluar kota, menjadi sebab – sebab pengangguran terbuka di Kota Malang.

Baca Juga  Polres Malang Bekuk Belasan Tersangka Narkoba dalam Sebulan

“Pemerintah melalui DPRD Kota Malang, berkomitmen untuk mendukung kebijakan inovativ yang mendorong peningkatan fasilitas pendidikan dengan relevansi kurikulum dengan dinamika industri” tambahnya.

Suryadi yang juga alumni HMI Kota Malang mengatakan melalui sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri, kita dapat mendorong transformasi pendidikan yang menghasilkan lulusan siap bersaing secara global.

Anggota DPRD Malang dua periode itu memaparkan solusi yang diperlukan untuk mengatasi pengangguran mahasiswa, seperti meningkatkan keterampilan dan pengalaman sejak kuliah, mendorong mahasiswa untuk mengambil magang dan pelatihan, mengembangkan ekosistem kewirausahaan, berani merantau ke kota lain untuk mencari pekerjaan, dan membangun jaringan profesional melalui organisasi seperti HMI.

Kegiatan diskusi publik kali ini menjadi momentum baik, dan bisa diharapkan dari pemerintah mampu menerapkan kebijakan yang tidak hanya mengurangi angka pengangguran lulusan perguruan tinggi di Kota Malang, tetapi juga meningkatkan minat lulusan mahasiswa agar lebih bisa open minded bahwa kesempatan untuk menggapai masa depan cerah tidak hanya menjadi tenaga kerja yang unggul tetapi menjadi entrepreneur di usia muda.

Penulis: Agung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *