Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
AdvertorialKapuas

Pancang Tiang Pertama, Erlin Hardi Kembalikan Nilai Historis Jembatan Lengkung Mandomai

×

Pancang Tiang Pertama, Erlin Hardi Kembalikan Nilai Historis Jembatan Lengkung Mandomai

Sebarkan artikel ini
Pj Bupati Kapuas Erlin Hardi beserta pihak terkait saat Ground Breaking pemancangan tiang pancang pertama rekontruksi Jembatan rangka Bowstring Mandomai, Sabtu (10/8/2024), sore. (Foto:Rahmad Ari)

Kuala Kapuas – Jembatan lengkung yang menghubungkan Desa Saka Mangkahai dengan Kelurahan Mandomai Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas, Kalteng, yang memiliki nilai sejarah dan arsitektur tinggi, kini mulai dibangun.

Dengan desain yang sama, dibuat dari rangka Bowstring dan kayu Ulin, jembatan yang menjadi kebanggaan masyarakat Mandomai dan Kalimantan Tengah tersebut mulai dikerjakan, Sabtu (10/8/2024).

Disaksikan masyarakat Mandomai bahkan anggota DPD RI, Agustin Teras Narang serta Ikatan Arsitektur Indonesia Kalimantan Tengah (IAI Kalteng), Pj Bupati Kapuas Erlin Hardi beserta Dinas PUPR-PKP Kabupaten Kapuas dan tim pelaksana pekerjaan, melakukan Ground Breaking atau pemancangan tiang pancang pertama rekontruksi Jembatan rangka Bowstring Mandomai.

Sebelumnya, jembatan yang merupakan bukti sejarah keberhasilan sekolah STM GKE Mandomai di era tahun 70 an itu dibangun oleh seorang arsitek asal Swiss, Heinz Frick.

Foto (IST) jembatan lengkung mandomai sebelum dirobohkan pada tahun 2021, dan gambar rekonstruksi jembatan tahun 2024.

Bersama anak didiknya di STM GKE Mandomai, Heinz Frick membuat karya arsitektur tinggi dengan rangka Bowstring atau tali busur dengan paduan kearifan lokal berbahan kayu Ulin.

Seiring waktu, pada tahun 2021 lalu jembatan itu dirobohkan mengingat sejumlah faktor keselamatan pengguna jembatan.

Pj Bupati Kapuas berharap, dengan dibangunnya kembali jembatan, masyarakat Mandomai dan Kalimantan Tengah umumnya, akan kembali memiliki sebuah kebanggaan dengan kembalinya jembatan ikon daerah ini.

Erlin Hardi mengatakan, dalam pembangunan jembatan, pihaknya juga melibatkan pihak-pihak dari STM GKE Mandomai.

Ia juga menjelaskan pembangunan jembatan juga bertujuan mempermudah akses masyarakat dengan mengutamakan keamanan dan keselamatan pengguna jembatan serta mempercepat penyelesaian infrastruktur di Kabupaten Kapuas.

Selain itu, Pemkab Kapuas juga berupaya mempertahankan warisan budaya yang dapat menjadi daya tarik wisata.

“Dengan dibangunnya kembali jembatan Mandomai ini diharapkan akan dapat memajukan sektor ekonomi masyarakat, dan pertumbuhan multi sektor lainnya,” kata Erlin Hardi saat diwawancarai awak media usai pemancangan tiang pancang jembatan.

Baca Juga  Wakili Gubernur Kalsel, Roy Rizali Anwar Hadiri Harjad Tanbu

Ditempat yang sama, Kepala Dinas PUPR Kapuas, Yan Hendri Ale, mengatakan jembatan itu dibangun dengan melalui anggaran APBD Pemkab Kapuas 2024 dengan nilai 5,2 Milyar rupiah yang dikerjakan pelaksana CV. Vilia Alam Sejahtera.

Dijelaskannya, jembatan dibangun sesuai nilai karakteristik dan versi aslinya dengan panjang bentang 69,60 meter, tinggi 11,64 meter.

Sementara itu, Anggota DPD RI, yang juga mantan Gubernur Kalteng, Agustin Teras Narang, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kapuas yang telah berupaya mempertahankan dan melestarikan bangunan bersejarah di daerah, serta mengembalikan nilai arsitektur tinggi.

“Masyarakat dapat kembali menggunakan jembatan yang dulu pernah menopang peradaban warga Kapuas di Mandomai ini. Tak hanya bernilai sejarah, namun juga memiliki arsitektur tinggi,” kata Agustin Teras Narang.

(Rahmad Ari)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *