Pulang Pisau – Kunjungan Kerja Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) yang di wakili oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan, Dr. Ir. Suwandi, M.Si di Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalteng, dalam rangka Pembinaan Penyuluh Pertanian di Kabupaten Pulang Pisau disambut langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Pulang Pisau, Hj. Nunu Andriani, Senin (11/12/2023).
Bertempat di Desa Pantik Kecamatan Pandih Batu Kabupaten Pulang Pisau, Dirjen Tanaman Pangan Dr. Ir. Suwandi, M.Si beserta rombongan melakukan peninjauan perkembangan sektor pertanian sekaligus memberikan dukungan langsung kepada Penyuluh dan Petani dalam peningkatan produksi padi dan jagung di Kalimantan Tengah.
Kunjungan Kerja (Kunker) ini di hadiri oleh Ketua, Wakil Ketua I, dan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pulang Pisau, Dandim 1011/KLK Kapuas, Kapolres Pulang Pisau, Kajari Pulang Pisau, Sekretaris Daerah Pulang Pisau, Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalimantan Tengah, Kepala OPD Lingkup Kabupaten Pulang Pisau, Kepala BPS Pulang Pisau, Camat Pandih Batu, Kepala Desa Pantik.
Hj. Nunu Andriani mengapresiasi kedatangan Menteri Pertanian diwakili Dirjen Dr. Ir. Suwandi, M.Si dalam rangka peningkatan produksi padi dan jagung.
Pj Bupati Pulang Pisau Memaparkan deskripsi umum pertanian Kabupaten Pulang Pisau yaitu dengan luas baku lahan sebesar ± 15.000 Ha untuk luas tanam Okmar 2023 seluas 1.715 Ha, sedangkan luas panen tahun 2023 ± 19.755 Ha.
“Perlu juga kami sampaikan bahwa luas Kegiatan Ekstensifikasi Tahun 2021 seluas ± 3.307 Ha dari Program FE,” ungkap Pj.Bupati Pulpis.
Ia mengatakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Pulang Pisau merespon dengan baik dan mendukung Program Strategis Nasional (Food Estate) dari Pusat, dengan mengoptimalkan Lahan Ekstensifikasi tahun 2021 melalui dana APBD 2023 ini Kabupaten Pulang Pisau melaksanakan kegiatan optimalisasi lahan seluas 140 Ha seperti saat sekarang ini.
“Kegiatan kita hari ini yaitu melaksanakan penanaman padi siam cantik yang merupakan salah satu Upaya penanganan Inflasi Komoditas beras di Provinsi Kalteng,” ujar Hj. Nunu Andriani.
Di jelaskannya, pembangunan pertanian merupakan bagian dari strategi pembangunan nasional dimana sebagai salah satu bagian dari nawacita yang dicanangkan oleh Pemerintah, sebagai bagian dari upaya yang diharapkan menjadi satu kesatuan yang utuh dalam pembangunan wilayah sebagai rancangan kegiatan untuk pembangunan pertanian berkelanjutan.
Sementara itu, Dr. Ir. Suwandi, M.Si mengapresiasi kegiatan gerakan tanam padi ini sebagai upaya pengendalian inflasi di Kalimantan Tengah Khusunya Kabupaten Pulang Pisau.
Suwandi menuturkan ini merupakan program yang berkelanjutan. Dirinya optimis tahun 2024 fokus tingkatkan produksi pangan terutama padi dan jagung.
Dirinya mengatakan , Kabupaten Pulang Pisau merupakan sentral ke dua mengasilkan lumbung padi setelah Kabupaten Kapuas di Kalimantan Tengah. Potensi ini luar biasa semoga Kabupaten Pulang Pisau kedepannya bisa lebih meningkat.
Ia menegaskan, peningkatan produksi pertanian harus terus dilakukan. Sinergi dan kolaborasi antar kementerian, Pemerintah Provinsi hingga kabupaten dan desa, terus diperkuat untuk meraih hasil maksimal.
(Rabiatul A)












