Malang

378 Desa di Kabupaten Malang Dipetakan, Dua Desa Jadi Pilot Project Nata Desa

×

378 Desa di Kabupaten Malang Dipetakan, Dua Desa Jadi Pilot Project Nata Desa

Sebarkan artikel ini

KEPANJEN – Sebanyak 378 desa di Kabupaten Malang akan menjadi sasaran pemetaan potensi melalui program Nata Desa. Dua desa akan dipilih untuk menjadi lokasi awal penerapan program tersebut.

Rencana itu dibahas Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Malang bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar Anwar dalam rapat di Universitas Kepanjen, Kamis (17/9/2026).

Ketua KADIN Kabupaten Malang Bambang Suryanto mengatakan pemetaan diperlukan agar potensi yang dimiliki setiap desa dapat diketahui secara lebih jelas dan terdata.

“378 desa ini harus dimaksimalkan. Potensi yang ada perlu dikelola sehingga bisa meningkatkan pendapatan desa dan mendukung pembangunan,” kata Bambang.

Dalam konsep Nata Desa, potensi masing-masing wilayah akan dihimpun dalam basis data yang menggambarkan sektor ekonomi, sumber daya dan peluang usaha. Data tersebut nantinya disajikan dalam bentuk peta digital.

Menurut Bambang, pemetaan itu juga dapat memberikan gambaran kepada calon investor mengenai potensi yang tersedia di suatu desa, tidak hanya lokasi wilayahnya.

KADIN bersama manajemen Nata Desa, Universitas Kepanjen dan Pemerintah Kabupaten Malang selanjutnya akan memilih dua desa sebagai pilot project. Salah satu wilayah yang disebut dalam pembahasan adalah Sumbermanjing Kulon atau Sumberdem.

“Dua desa akan kami pilih untuk pilot project. Setelah itu akan dilihat bagaimana konsep ini bisa dikembangkan di desa-desa lainnya,” ujar Bambang.

Program tersebut juga akan dikaitkan dengan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pengembangan Koperasi Merah Putih.

Selain Nata Desa, KADIN dan Pemkab Malang dalam pertemuan tersebut turut membahas pengelolaan sampah berbasis ekonomi. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar petasol.

KADIN juga mengusulkan edukasi pengelolaan sampah di sekolah melalui konsep Eco-Campus, dengan sasaran pelajar mulai tingkat TK hingga SMP.

Baca Juga  Libatkan 7 RW, Gubuklakah Karnaval Angkat Budaya Lokal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *