KUALA KAPUAS — Papan tulis dan metode konvensional kini tak lagi cukup untuk menjawab tantangan zaman. Merespons pusaran revolusi digital, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kapuas mengambil langkah progresif dengan meluncurkan program bertajuk “PGRI Power”, Jumat (19/6/2026).
Lewat gebrakan ini, PGRI menargetkan 500 tenaga pendidik di Kapuas bertransformasi menjadi guru modern yang fasih menguasai bahasa pemrograman (coding) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI).
Peluncuran yang digelar di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas ini menandai babak baru wajah pendidikan daerah tersebut.
Acara ini tak sekadar seremonial, melainkan langsung dirangkai dengan pelatihan intensif bagi pengurus PGRI guna mempercepat implementasi program di lapangan.
Antusiasme Tinggi, Ratusan Guru Siap Tinggalkan Status ‘Gaptek’.
Respons tenaga pendidik terhadap program ini terbilang luar biasa. Ketua PGRI Kabupaten Kapuas, Kadeni, mengungkapkan bahwa gelombang pendaftaran terus mengalir.
”Hingga detik ini, antusiasme sangat terasa dengan 383 guru yang sudah resmi mendaftar. Pintu pendaftaran masih kami buka lebar, dan kami sangat optimistis target 500 peserta akan segera terlampaui,” ujar Kadeni penuh keyakinan.
Lebih jauh, Kadeni memaparkan bahwa “PGRI Power” di Kapuas bukanlah program yang berdiri sendiri.
Gerakan ini merupakan kepingan krusial dari proyek berskala nasional yang berambisi mencetak satu juta guru melek teknologi di seluruh penjuru Nusantara.
Membawa Masa Depan ke Dalam Ruang Kelas.
Bagi Kadeni, penguasaan coding dan AI bukan sekadar tren teknologi, melainkan senjata utama yang wajib dimiliki guru saat ini.
Dinamika pendidikan yang bergerak secepat kilat menuntut adaptasi mutlak dari para pahlawan tanpa tanda jasa.
”Guru harus mampu menjinakkan coding dan AI untuk diimplementasikan langsung ke dalam ekosistem pembelajaran di kelas. Jika guru selangkah lebih maju, mereka bisa menyiapkan peserta didik yang tangguh untuk menghadapi gempuran tantangan masa depan,” tegasnya.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah.
Langkah PGRI ini mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Kabupaten Kapuas.
Turut hadir dalam peluncuran tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Usis I Sangkai, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Suwarno Muriyat dan jajaran pengurus PGRI Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam sambutannya, Usis I Sangkai menekankan urgensi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pendidikan.
Menurutnya, program ini adalah investasi strategis jangka panjang.
”Saat ini, haram hukumnya kita gagap teknologi. Melalui gerakan PGRI Power, guru-guru di Kapuas didorong secara nyata untuk menguasai kompetensi abad ke-21,” ungkap Usis.
Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk turun tangan menyukseskan program ini.
“Ini adalah langkah konkret kita bersama untuk melahirkan ekosistem pendidikan Kapuas yang lebih maju, tangkas, dan adaptif terhadap pergantian zaman,” tutupnya.












