KOTABARU — Di tengah sorak penonton dan gemerlap lampu stadion mini, Pemerintah Kabupaten Kotabaru menemukan cara baru untuk menyampaikan pesan keselamatan jalan: lewat sepak bola. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub), Pemkab menggelar “Road Safety Cup 2025”, turnamen minisoccer yang memadukan edukasi keselamatan berlalu lintas dengan hiburan yang digemari masyarakat, Jumat malam (14/11/2025).
Turnamen ini bukan sekadar pertandingan antarinstansi. Ia menjadi upaya mendekatkan isu keselamatan jalan melalui pendekatan yang lebih manusiawi—menggunakan olahraga sebagai ruang berkumpul, bersosialisasi, dan belajar tanpa terasa digurui.
Pesan keselamatan yang dibalut sportivitas
Ratusan warga terlihat antusias menyaksikan pertandingan eksibisi antara tim Bapperida dan Setda Kotabaru. Laga berlangsung sengit, namun tetap penuh gelak tawa dan kebersamaan, berakhir imbang 2–2.
Di tengah suasana itu, Sekretaris Daerah Kotabaru H. Eka Saprudin, AP., M.AP, membuka turnamen dengan tendangan pertama. Melalui momen simbolis tersebut, ia mengingatkan bahwa keselamatan lalu lintas bukan hanya soal aturan di jalan, tetapi tentang menjaga nyawa orang-orang yang kita cintai.
“Keselamatan itu sederhana: memastikan kita pulang. Pulang kepada keluarga. Itu yang ingin kita kuatkan melalui kegiatan ini,” ujarnya.
Menjangkau masyarakat dari anak-anak hingga sopir harian
Kepala Dinas Perhubungan Kotabaru, Khairian Anshari, S.STP., M.Si, mengatakan bahwa Road Safety Cup merupakan bagian dari Hubfest, sebuah rangkaian kampanye transportasi yang dikemas lebih dekat dengan keseharian masyarakat.
Ada edukasi keselamatan untuk anak usia dini lewat lomba mewarnai, senam SALUT untuk siswa SD, cerdas cermat untuk tingkat SMP, hingga lomba inovasi transportasi bagi pelajar SMA—yang akan melahirkan pelajar pelopor keselamatan jalan.
“Keselamatan itu dimulai dari hal-hal kecil dan dari semua umur. Kita ingin anak-anak tumbuh dengan kebiasaan yang benar, sementara orang dewasa menguatkan kembali disiplin berkendara,” jelasnya.
Selain itu, akan ada forum transportasi yang membahas masalah keseharian masyarakat, termasuk persoalan over dimension and over loading (ODOL) yang sering menjadi keluhan pengendara jalan lintas.
Kampanye keselamatan yang dirasakan, bukan hanya didengarkan
Turnamen minisoccer yang berlangsung hingga 16 November 2025 ini diikuti berbagai instansi dan komunitas. Banyak peserta mengaku bahwa pendekatan seperti ini membuat pesan keselamatan terasa lebih masuk akal dan menyenangkan.
“Kadang kalau disampaikan lewat seminar, orang cepat lupa. Tapi kalau disisipkan saat kita sedang santai dan menikmati olahraga, pesannya jadi lebih kena,” kata salah satu warga yang hadir.
Dengan cara ini, Dishub Kotabaru berharap budaya tertib lalu lintas tidak hanya menjadi slogan, tetapi bagian dari perilaku sehari-hari masyarakat. Sebuah kampanye keselamatan yang membangun kedekatan, menyentuh sisi kemanusiaan, dan mengingatkan bahwa keselamatan jalan selalu berawal dari niat untuk menjaga diri dan orang lain.












