JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah pernah melakukan efisiensi anggaran hingga Rp308 triliun dari pos belanja yang dinilai tidak produktif.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam kegiatan di Hambalang, Kamis (19/3/2026), saat menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut Prabowo, sejumlah pengeluaran sebelumnya dinilai tidak memiliki dampak signifikan terhadap masyarakat, seperti kegiatan seremonial, rapat berulang, hingga pengadaan yang tidak mendesak.
Ia menegaskan pemerintah kini berupaya memperbaiki pola belanja negara dengan menekan pengeluaran yang tidak efisien dan mengarahkan anggaran ke sektor yang lebih produktif.
Selain itu, Prabowo juga menyinggung tingkat efisiensi ekonomi nasional yang masih perlu ditingkatkan, salah satunya tercermin dari rasio Incremental Capital Output Ratio (ICOR).
Pemerintah, kata dia, akan memperketat pengawasan dan pengelolaan anggaran agar setiap belanja negara memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.












