Scroll untuk baca artikel
Nasional

Prabowo Klaim Program Makan Bergizi Gratis Sudah Jangkau 60 Juta Warga, Target hingga 80 Juta

×

Prabowo Klaim Program Makan Bergizi Gratis Sudah Jangkau 60 Juta Warga, Target hingga 80 Juta

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto meresmikan dapur program Makan Bergizi Gratis (SPPG) Polri di Palmerah Jakarta Barat sebagai bagian penguatan program gizi nasional.
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026). (Dok. Sekretariat Presiden)

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau puluhan juta masyarakat sejak mulai dijalankan. Pemerintah menargetkan jumlah penerima manfaat terus meningkat hingga mencapai 80 juta orang di seluruh Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG serta 18 gudang ketahanan pangan milik Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, program MBG sempat mendapat kritik pada awal pelaksanaan karena dinilai membebani anggaran negara. Namun pemerintah menegaskan pendanaan program berasal dari hasil efisiensi belanja negara, bukan penambahan pemborosan anggaran.

Pemerintah sebelumnya memang melakukan penghematan anggaran kementerian dan transfer daerah hingga sekitar Rp306,6 triliun untuk dialihkan ke sejumlah program prioritas, termasuk MBG.

Prabowo menilai program tersebut menjadi langkah strategis pemerintah dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Berdasarkan laporan Badan Gizi Nasional (BGN), program ini disebut telah memberikan manfaat kepada sekitar 60,2 juta penerima dan ditargetkan meningkat dalam waktu dekat.

Ia juga menyebut hingga kini telah beroperasi sekitar 23.000 dapur MBG di 38 provinsi. Selain menyediakan makanan bergizi, program tersebut diklaim membuka lapangan kerja baru serta menyerap hasil produksi pangan masyarakat.

Pemerintah mencatat total distribusi makanan melalui program ini telah mencapai sekitar 4,5 miliar porsi sejak peluncurannya.

Meski demikian, Prabowo mengakui masih terdapat sejumlah kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan MBG di beberapa daerah. Data pemerintah mencatat sekitar 28 ribu anak terdampak, namun angka tersebut dinilai kecil dibandingkan total penerima manfaat program.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana sebelumnya menyampaikan anggaran MBG pada 2026 mencapai Rp335 triliun, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp71 triliun. Anggaran tersebut terdiri dari pagu utama Rp268 triliun serta dana cadangan Rp67 triliun.

Baca Juga  Pulau Laut Sigam Keluar dari Daftar Fokus Stunting, Jadi Contoh Sukses Penanganan Terpadu

Pemerintah menilai perluasan program MBG menjadi salah satu instrumen utama dalam kebijakan pembangunan sumber daya manusia, khususnya untuk mengatasi masalah gizi dan stunting secara nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *