Kotabaru – Puluhan warga yang tergabung dalam LSM Anak Kaki Gunung Sebatung (AKGUS), Gerakan Penyelamat Pulau Laut (GPPL), Laskar Pulau Laut, serta perwakilan Warga Dayak Gunung Meratus menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Kabupaten Kotabaru, Kamis (27/02/2025).
Mereka menyuarakan tuntutan terkait dugaan perampasan tanah dan indikasi korupsi dalam anggaran pemerintahan Kotabaru tahun 2023/2024.
Aksi ini dipimpin oleh Ketua LSM AKGUS, Hardiyandi, S.H. (Bang Tungku), bersama Ketua Kumdatus Kotabaru, Hardiansyah, S.Pd., dan diikuti sekitar 20 peserta. Massa berkumpul sejak pagi di sekitar Masjid Raya Khusnul Khatimah sebelum bergerak menuju Kantor DPRD dengan pengawalan ketat dari Polres Kotabaru.
Setibanya di lokasi, mereka menggelar orasi sambil membawa spanduk, bendera, dan karton bertuliskan berbagai tuntutan. Aksi berjalan dengan tertib hingga akhirnya perwakilan DPRD, M. Safi’i, turun langsung menerima aspirasi massa. Ia berjanji akan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna menindaklanjuti permasalahan yang disampaikan.
Kabag Ops Polres Kotabaru, AKP Dr. Abd. Rauf, S.I.K., M.H., CPHR., CBA, mengapresiasi jalannya aksi yang tetap kondusif.
“Kami mengimbau agar aspirasi disalurkan melalui mekanisme yang berlaku. Jika ada hal yang perlu didiskusikan lebih lanjut, silakan datang ke Polres Kotabaru,” ujarnya.

Untuk memastikan keamanan, Polres Kotabaru menerjunkan 60 personel yang disiagakan di sepanjang rute aksi. Hingga aksi berakhir pada pukul 11.00 WITA, situasi tetap aman dan terkendali.
Aksi ini menjadi sorotan masyarakat Kotabaru, terutama terkait isu agraria dan transparansi anggaran yang dinilai krusial bagi kesejahteraan daerah. Keberlanjutan tuntutan ini kini bergantung pada respons DPRD dan pihak berwenang dalam menindaklanjuti aspirasi rakyat.[Sal]












