Barito Kuala, bacakabar – Kerusakan lingkungan di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, makin parah akibat aktivitas kapal tongkang batubara yang melintasi Sungai Barito tanpa standar keselamatan dan lingkungan.
Pantauan lapangan menunjukkan muatan batubara tanpa penutup menyebabkan debu beterbangan hingga ke permukiman warga, mencemari udara dan mengganggu kesehatan.
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Barito Kuala menilai lemahnya pengawasan pemerintah dan pelaku industri sebagai biang kerok pencemaran tersebut.
“Ini bukan sekadar kesalahan teknis. Ini pengabaian terhadap hak warga atas lingkungan bersih dan sehat,” tegas Koordinator Kajian dan Advokasi PMII, Pinky Manarul Alam, Selasa (15/7/2025).
Pinky menyebut pencemaran berdampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat. Warga kesulitan mendapat air bersih, dan populasi ikan di sungai menurun drastis.
PMII menuntut pemerintah segera bertindak tegas. Mereka mendesak pengawasan diperketat, pelaku usaha ditindak, dan masyarakat dilibatkan dalam pengawasan lingkungan.
“Kami mahasiswa tidak akan diam. Kami akan terus bersuara dan bergerak,” ujarnya.











