Scroll untuk baca artikel
Sosial

Pertamina Dirikan Sekolah dan Pesantren Sementara bagi Anak Terdampak Bencana di Pidie Jaya

×

Pertamina Dirikan Sekolah dan Pesantren Sementara bagi Anak Terdampak Bencana di Pidie Jaya

Sebarkan artikel ini
Anak-anak terdampak bencana berjalan menuju sekolah sementara yang didirikan Pertamina di Pidie Jaya Aceh
Anak-anak berjalan menuju sekolah sementara yang didirikan Pertamina Peduli di kawasan pengungsian Pidie Jaya, Aceh, untuk melanjutkan kegiatan belajar pascabencana.

PIDIE JAYA, Aceh — Di tengah proses pemulihan pascabencana, keberlanjutan pendidikan menjadi salah satu kebutuhan mendesak masyarakat. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pertamina Patra Niaga melalui program Pertamina Peduli mendirikan sekolah dan pesantren sementara bagi anak-anak terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Fasilitas pendidikan darurat itu berupa dua unit tenda yang difungsikan sebagai ruang belajar, berlokasi di kompleks Masjid At-Taqwa, Kota Meureudu, Kecamatan Meureudu. Lokasi tersebut dipilih karena dinilai aman, mudah diakses, dan relatif kondusif untuk aktivitas belajar mengajar di tengah situasi darurat.

Kegiatan belajar perdana dimulai pada Senin (5/1), bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah setelah masa libur. Posko pendidikan ini dirancang agar anak-anak tetap dapat mengikuti proses belajar secara terstruktur meski sekolah formal mereka terdampak bencana.

Pada pagi hari, anak-anak mengikuti pembelajaran formal setingkat taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Sementara pada siang hari, kegiatan dilanjutkan dengan pendidikan diniyah bagi para santri. Model ini diterapkan untuk menjaga kesinambungan pendidikan umum dan keagamaan di tengah keterbatasan fasilitas.

Sekitar 200 anak memanfaatkan sekolah dan pesantren sementara tersebut. Rinciannya, 50 peserta didik berasal dari jenjang TK dan SD, sementara 150 lainnya merupakan santri pendidikan diniyah. Proses belajar didampingi oleh guru setempat, pengajar keagamaan, serta relawan yang terlibat dalam Posko Pertamina Peduli.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan pendidikan anak tidak boleh terhenti meskipun masyarakat berada dalam kondisi darurat akibat bencana.

“Melalui posko ini, kami ingin memastikan anak-anak tetap memiliki ruang belajar yang aman dan nyaman. Pendidikan adalah bagian penting dari pemulihan sosial pascabencana,” kata Fahrougi.

Baca Juga  Pertamina Patra Niaga Pastikan Suplai BBM dan LPG di Aceh Berangsur Normal Pemulihan distribusi energi di Aceh terus

Hal senada disampaikan Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun. Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan sosial masyarakat terdampak.

“Fasilitas belajar sementara ini diharapkan membantu anak-anak tetap bersemangat menjalani aktivitas pendidikan, sekaligus memberi rasa normalitas di tengah proses pemulihan,” ujarnya.

Selain sektor pendidikan, Pertamina Peduli juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk mendukung pemulihan layanan dasar lainnya di Pidie Jaya. Upaya tersebut dilakukan agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *