TANAH LAUT — Pemerintah Kabupaten Tanah Laut mulai menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan di jalur alternatif Tambangulang–Banyuirang, khususnya di wilayah Desa Sungai Pinang. Jumat (13/3/2026).
Sebelumnya, warga mengeluhkan kondisi jalan rusak parah sepanjang sekitar 8 kilometer di ruas Sungai Pinang–Pelaihari. Jalan tersebut dipenuhi lubang besar dan genangan air yang dinilai membahayakan pengendara serta menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan.
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Tanah Laut dilaporkan telah menurunkan tim teknis untuk melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi jalan di sejumlah titik.
Hasil pengecekan lapangan itu akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan.
Penanganan direncanakan difokuskan pada titik-titik kerusakan paling parah, terutama ruas jalan yang berlubang besar dan sering tergenang air.
Jalur alternatif sepanjang sekitar 25 kilometer yang menghubungkan Kecamatan Tambangulang hingga Desa Banyuirang, Kecamatan Bati-Bati, selama ini menjadi akses penghubung antarwilayah yang cukup ramai dilalui kendaraan.
Kerusakan jalan paling banyak ditemukan di wilayah Desa Sungai Pinang serta sebagian Desa Tambangulang, yang dinilai berisiko bagi pengendara terutama saat malam hari atau ketika hujan turun karena lubang kerap tertutup genangan air.












