Scroll untuk baca artikel
Tanah Bumbu

Pemkab Tanah Bumbu Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Bekali Banser dengan Pelatihan Khusus

×

Pemkab Tanah Bumbu Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Bekali Banser dengan Pelatihan Khusus

Sebarkan artikel ini
Suasana pelatihan kebencanaan BPBD Tanah Bumbu bersama Banser di Lapangan Desa Sidomulyo, Kecamatan Mantewe.
Petugas BPBD Tanah Bumbu memberikan materi kebencanaan kepada anggota Banser saat pelatihan Diklatsus Bagana di Desa Sidomulyo, Mantewe.

Batulicin — Sabtu sore, lapangan Desa Sidomulyo berubah menjadi ruang latihan tanggap darurat. Puluhan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) berkumpul mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Khusus (Diklatsus) Bagana, sebuah program yang digelar Satuan Koordinasi Cabang Banser Tanah Bumbu bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Di lokasi, pelatihan menghadirkan materi praktis dan teoretis. Kepala Sub Kesiapsiagaan BPBD Tanbu, Purwanto, memaparkan kebijakan penanggulangan bencana dan langkah-langkah mitigasi yang harus dipahami relawan.

“Ini bukan sekadar teori — kami latih langkah konkret: bagaimana melakukan penanggulangan pra-bencana, respons darurat, hingga pemulihan. Banser akan menjadi perpanjangan tangan komunitas saat kejadian,” kata Purwanto saat membuka sesi materi.

Sesi berikutnya, Kepala Sub Pencegahan BPBD, M. Ahsani Fauzan, menjelaskan karakteristik bencana yang kerap menimpa daerah dan teknik mitigasi sederhana yang bisa diterapkan warga. Demonstrasi peralatan darurat dan praktik lapangan melengkapi materi sehingga peserta langsung mempraktekkan penanganan dasar.

Panitia menyebarkan alat pendukung seperti tali, sekop, serta perlengkapan SAR sederhana agar anggota Banser memahami penggunaan alat tersebut dalam kondisi nyata.

Pesan dari Bupati disampaikan secara resmi lewat Kepala Pelaksana BPBD, H. Sulhadi. Dalam amanatnya — yang dibacakan Purwanto — Bupati Andi Rudi Latif memberi dukungan terhadap upaya peningkatan kapasitas relawan lokal. Pernyataan itu menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dalam penanggulangan bencana.

Acara berjalan intens dan interaktif: selain teori, peserta diajak berdiskusi kasus, simulasi koordinasi lapangan, serta praktik mitigasi. BPBD berharap pelatihan ini memperkuat jejaring respons cepat di tingkat desa dan kecamatan.

“Target kami sederhana: ketika bencana datang, Banser tahu langkah praktis yang harus dilakukan dan kapan mengkoordinasikan bantuan ke BPBD atau instansi terkait,” ujar Fauzan menjelang penutupan.

Baca Juga  Bupati Tanah Bumbu Kukuhkan FKUB, Andi Rudi: Jaga Toleransi di Tengah Keberagaman

Pelatihan Diklatsus Bagana menandai upaya berkelanjutan untuk membangun kapasitas lokal. BPBD menegaskan akan terus menggelar program serupa dan menyiapkan mekanisme koordinasi bersama Banser untuk mempercepat respons ketika kebutuhan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *