Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Kotabaru

Paving Halaman Kantor Desa Jadi Program Paling Berdampak di Sebelimbingan

×

Paving Halaman Kantor Desa Jadi Program Paling Berdampak di Sebelimbingan

Sebarkan artikel ini
Kepala Desa Sebelimbingan Akhmad Zaenuri memberikan keterangan terkait pembangunan desa di Kabupaten Kotabaru.
Kepala Desa Sebelimbingan, Akhmad Zaenuri, menyampaikan capaian pembangunan desa kepada masyarakat, Minggu (7/12/2025).

KOTABARU — Pemerintah Desa Sebelimbingan menetapkan pembangunan paving halaman kantor desa sebagai program fisik yang dinilai paling berdampak bagi masyarakat sepanjang 2025. Proyek tersebut dibiayai melalui Alokasi Dana Desa (ADD) dan Bantuan Bagi Hasil Pajak Daerah (BBHPD).

Kepala Desa Sebelimbingan, Akhmad Zaenuri, menyebut pembangunan ini mencerminkan komitmen pemerintah desa terhadap pembangunan yang melibatkan dan memberdayakan warga setempat.

“Program yang paling berdampak tahun ini adalah paving halaman kantor desa,” ujar Akhmad Zaenuri, Minggu (7/12/2025).

Ia menjelaskan, pelaksanaan proyek tersebut memprioritaskan tenaga kerja lokal. Dari enam pekerja yang dilibatkan, empat di antaranya merupakan warga desa. Kebijakan ini diharapkan turut menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah desa menghadapi tantangan pada aspek edukasi masyarakat. Menurut Akhmad, masih diperlukan pemahaman bahwa setiap program pembangunan desa harus berjalan sesuai regulasi dan tidak semata-mata berdasarkan keinginan individu.

Selain itu, keterbatasan anggaran menjadi kendala tersendiri. Meski pembangunan infrastruktur, terutama jalan, tetap menjadi prioritas pada tahun mendatang, alokasi Dana Desa untuk kegiatan fisik mengalami penyesuaian akibat pemangkasan anggaran.

Pemerintah Desa Sebelimbingan juga mendorong peran generasi muda dalam pembangunan desa. Keterlibatan pemuda diharapkan tidak hanya dalam kegiatan fisik melalui kerja bakti, tetapi juga dalam menghidupkan aktivitas sosial, budaya, dan olahraga.

Partisipasi pemuda, menurut Akhmad, masih terlihat dalam sejumlah kegiatan budaya, termasuk pengembangan wisata Meranti. Namun, desa menghadapi tantangan demografis berupa minimnya penduduk usia produktif.

“Sebagian besar warga setelah lulus sekolah memilih bekerja di luar desa. Akibatnya, cukup sulit menggerakkan pemuda secara berkelanjutan,” katanya.

Ke depan, pemerintah desa menunggu kebijakan dan regulasi baru dari pemerintah pusat dan daerah, termasuk rencana pelaksanaan program Operasi Desa Merah Putih pada 2026, sembari berharap adanya peningkatan dukungan anggaran untuk pembangunan fisik desa.

Baca Juga  Konferensi Pres Akhir Tahun 2022, Polres Kotabaru Selesaikan 131 Kasus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *