Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Murung Raya

Murung Raya Perkuat Aksi Terpadu Lawan Stunting Lewat Rakor TPPS

×

Murung Raya Perkuat Aksi Terpadu Lawan Stunting Lewat Rakor TPPS

Sebarkan artikel ini
TPPS Murung Raya gelar Rakor sebagai langkah kolaboratif tekan angka stunting secara berkelanjutan.

Murung Raya, Bacakabar – Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) terus menggencarkan upaya percepatan penurunan stunting. Melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat kabupaten pada Selasa (29/4/2025). Rakor ini menjadi ajang strategis untuk mengevaluasi capaian, menyatukan langkah, serta memperkuat sinergi lintas sektor demi menekan angka stunting secara signifikan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Murung Raya, Yulianus, menegaskan pentingnya komitmen seluruh pihak dalam menuntaskan stunting. Ia menyampaikan bahwa stunting tak hanya soal tinggi badan yang terhambat, tetapi juga ancaman serius terhadap kecerdasan, produktivitas, dan daya saing generasi masa depan. “Stunting adalah musuh bersama. Jika tidak kita tangani dari sekarang, dampaknya akan sangat panjang terhadap kualitas SDM kita,” ujar Yulianus.

Ia mengapresiasi berbagai program inovatif yang telah digulirkan di Murung Raya, seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), Gerakan Bersama Tuntaskan Stunting (GARANTUNG), dan Gerbang Desamu. Menurutnya, program-program tersebut terbukti efektif menjangkau keluarga berisiko stunting, khususnya dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang krusial untuk tumbuh kembang anak.

“Peran aktif masyarakat, kader posyandu, dan kolaborasi semua elemen pemerintahan sangat menentukan keberhasilan intervensi. Kita harus terus jaga ritme dan fokus pada pencegahan,” tambahnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas P3ADALDUKKB Murung Raya, Lynda Kristiane, menyoroti target nasional dan daerah dalam upaya ini. Ia menyebutkan bahwa target prevalensi stunting nasional pada tahun 2025 adalah 18,8%, sementara Kalimantan Tengah menargetkan 20,6%. Adapun Murung Raya menargetkan penurunan hingga 17,26% pada tahun 2024.

Lynda menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah hal yang mustahil, asalkan strategi lintas sektor berjalan optimal dan didukung dengan intervensi gizi yang tepat sasaran. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan lintas perangkat daerah, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga keluarga sangat penting dalam membangun generasi bebas stunting,” jelasnya.

Baca Juga  Pemkab Murung Raya Perkuat Komitmen Wujudkan Kota Layak Anak

Rakor TPPS ini diharapkan menjadi pemantik semangat dan komitmen semua pihak untuk mewujudkan Murung Raya sebagai kabupaten yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. Aksi nyata di lapangan akan menjadi penentu keberhasilan strategi besar ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *