Murung Raya, Bacakabar – Pemerintah Kabupaten Murung Raya terus berkomitmen menurunkan angka stunting dengan menggelar Rembuk Stunting di Kecamatan Murung. Kegiatan ini bertujuan menyusun strategi intervensi dan mengidentifikasi masalah dalam percepatan penanganan stunting.
Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB), Lynda Kristiane, membuka acara dan menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh. “Kolaborasi semua pihak akan menciptakan generasi Murung Raya yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tegasnya dalam rilis resmi, Sabtu (26/4/2025).
Lynda menjelaskan, kegiatan ini sejalan dengan agenda prioritas nasional (Astacita) Presiden RI untuk percepatan penurunan stunting. “Stunting bisa dicegah sejak dini, terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak,” tambahnya.
Camat Murung, Ivan Sugita, menyatakan bahwa rembuk stunting bertujuan mengevaluasi program di tiap desa dan memperkuat kerja sama lintas sektor. Desa Mangkahui dan Desa Panuut menjadi lokus prioritas penanganan stunting di wilayahnya.
“Evaluasi dan koordinasi ini diharapkan bisa menurunkan angka stunting secara efektif dan terukur,” ujar Ivan.
Sebagai bentuk komitmen, acara ditutup dengan penandatanganan deklarasi bersama oleh seluruh peserta, melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, perangkat desa, dan masyarakat.
Hadir dalam acara, Camat Murung, Ivan Sugita, Forkopimcam, Kepala desa se-Kecamatan Murung, Kepala puskesmas, Kader kesehatan dan masyarakat












